DBAsia News

Pembalap yang Dinilai Satu Level dengan Ayrton Senna

Ayrton Senna


DBasia.news –  Ayrton Senna, juara dunia Formula 1 (F1) 1988, 1990, dan 1991 yang wafat saat sedang berlomba ini acap kali disebut pembalap terbaik sepanjang sejarah ajang balap jet darat.

Eks rekan setim Senna di McLaren tahun 1990 dan 1991, Gerhard Berger pun meyakini sampai sekarang hanya ada satu pembalap yang memiliki level seperti pembalap asal Brasil tersebut.

Adalah pembalap tim Mercedes, Lewis Hamilton. Berger menilai Hamilton memiliki kualitas di atas para peraih juara dunia yang pernah ia lawan atau lihat di F1. Saat ini, pembalap asal Inggris itu telah merasakan lima gelar juara dunia.

“Banyak orang bertanya pada saya,’Bagaimana pendapat Anda tentang pembalap ini (Hamilton) jika dibandingkan dengan Ayrton? Saya selalu jawab ‘Saya tidak pernah melihat ada pembalap yang bisa menyamai Ayrton’. Tapi Lewis adalah pembalap pertama yang ada di level yang sama dengan Ayrton,” ujar Berger.

Terlepas saat ini, Hamilton gabung Mercedes, tim dengan mobil terkuat, Berger menilai rekan setim Valtteri Bottas itu memang memiliki kualitas yang baik.

“Dia benar-benar kencang. Dia membuat kesalahan paling sedikit, dan yang membuat saya terkesan adalah ketika dia sudah sering juara, dia tidak pernah berpikir, ‘Oke saya di posisi kedua, saya akan berusaha keras menyalip dia, saya bisa menang atau tersingkir.’,” Berger mengungkapkan.

“Dia tidak pernah melakukan itu. Dia hanya bertahan dan menunggu, ‘Oke, saya finis kedua dan merebut poin’, Dia benar-benar handal dalam permainan seperti itu dan saat ini dia tidak terkalahkan,” lanjutnya.

Meski mengakui kualitas teknik seorang Hamilton, Berger masih meyakini Senna tetap pembalap terbaik. Kelebihan yang dimiliki Senna dan tidak ada di pembalap lain adalah karisma.

“Jelas, jika seseorang kehilangan nyawa tetapi masih kita ingat sebagai legenda, maka dia adalah sosok yang istimewa,” tutur Berger.

Untuk diketahui, Senna meninggal dunia pada usia 34 tahun pada lomba F1 di San Marino tahun 1994. Ketika kecelakaan, ia sedang dalam posisi memimpin lomba.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?