DBASIA Network

Mick Schumacher Masih Bisa Pakai Sasis Yang Rusak Usai Crash Di Jeddah

DBasia.news – Bos Haas, Gunther Steiner, mengungkapkan bahwa sasis mobil VF-22 Mick Schumacher masih bisa dipakai setelah mengalami kecelakaan di kualifikasi GP Arab Saudi.

Beberapa waktu lalu, Mick Schumacher mengalami kecelakaan horor dalam sesi kualifikasi kedua (Q2) GP Arab Saudi. Ia lalu dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Untungnya, sang pebalap tidak mengalami cedera serius. Insiden yang dialami Schumacher sendiri tergolong cukup parah. Ia menabrak dinding pembatas Sirkuit Jeddah dalam kecepatan tinggi sehingga mobilnya hancur lebur.

Mobil VF-22 miliknya bahkan terbelah dua ketika ditarik keluar dari lintasan. Ini membuat putra dari Michael Schumacher tersebut tak bisa mengikuti balapa utama di Jeddah.

Dan menjelang seri ketiga F1 2022, GP Australia, Gunther Steiner selaku prinsipal Haas mengungkapkan bahwa mobil Mick Schumacher rusak berat, tetapi sasisnya masih bisa dipakai.

“Ada kerusakan pada sasis, untungnya bukan hal besar. Sisa mobil hancur, namun rangkanya baik-baik saja. Kami akan terus menggunakannya. Sasis dan bagian samping perlu diperbaiki karena terdampak crash,” ujarnya dikutip dari Motorsport.com.

Schumacher sebenarnya siap untuk turun di balapan utama GP Arab Saudi, tetapi kurangnya suku cadang mobil membuatnya tidak bisa mengaspal.

Akhir pekan ini, juara Formula 2 2020 itu bakal melakoni balapan pertamanya di Sirkuit Melbourne sebagai pebalap Formula 1. Ia mengaku antusias bersaing di lintasan yang telah berubah drastis sejak kunjungan terakhirnya.

“Saya pikir kami memiliki mobil yang kompetitif, yang sangat bagus. Aspal (trek jalan raya Albert Park) di Melbourne juga perlu sedikit penyegaran setelah digunakan mobil umum sepanjang tahun,” tutur Schumacher.

“Ayah saya masih memegang rekor lap dengan F2004 (di sana). Saya punya kesempatan mengemudikan mobil itu, dan rasanya hebat. Sebenarnya kendaraan (F1 2022) mirip mobil-mobil di masa lalu, dengan sayap tinggi,” imbuhnya.

“Jadi saya bisa bilang saya akan balapan dengan mobil mirip F2004. Tentu VF-22 jauh berbeda, tetapi itu tetap mobil bagus,” ia mengakhiri.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?