DBAsia News

Kredibilitas Dipertanyakan, Bos Rich Energy Berang

Bos Rich Energy


DBasia.news –  Bos Rich Energy, sponsor utama tim Formula 1 Haas, membalas pernyataan dari sejumlah pihak yang meragukan kredibilitas perusahannya.

Haas resmi memamerkan mobil Formula 1 2019 mereka pada Kamis (7/2), yang dibalut dalam corak warna emas-hitam khas sponsor minuman berenergi mereka.

Sebelumnya, Rich Energy dua kali dikaitkan dengan rumor pembelian Force India, yakni pada awal tahun lalu dan lagi pada jeda musim panas. Tapi kabar tersebut selalu dibantah oleh skuat Silverstone.

Rich Energy mengajukan penawaran pembelian ketika Force India dinyatakan pailit, namun rencana tersebut dianggap tidak cukup kuat oleh pengadilan.

Akan tetapi, Rich Energy berhasil menekan perjanjian sponsor utama dengan Haas. Surat kabar Denmark, BT, melaporkan bulan lalu bahwa team principal, Gunther Steiner, mengatakan timnya sudah menerima pembayaran.

Dalam penuturannya kepada Motorsport.com, CEO Rich Energy, Williams Storey, membalas kritikan tentang kredibiltas perusahaannya.

“Mereka para pemfitnah, hidup di planet yang berbeda dari saya dan Anda,” tegasnya. “Menurut saya banyak orang yang menghitung dua tambah dua hasilnya lima.

“Saya sudah mendengar rumor tidak masuk akal ini, terserah, saya tinggal menghiraukannya. Faktanya, kami memproduksi 90 juta kaleng.

“Siapapun itu, yang mengatakan kami tidak benar ada, sama aja seperti mereka berkata manusia tidak pernah menginjakkan kaki di bulan, atau Elvis masih hidup. Itu hanya fantasi.”

Storey menjelaskan alasan mengapa produk mereka jarang terlihat di pasaran adalah karena selama ini Rich Energy dijual secara eksklusif.

Demi meningkatkan eksposur, Storey menginginkan perusahaannya bisa terlibat di F1. Selain itu ia ingin mereknya bisa berhadapan langsung dengan Red Bull, perusahaan minuman berenergi terbesar di dunia.

“Aksi nyata jauh lebih bagus dibanding ucapan semata,” tambah Storey. “Saya sangat konsisten sejak hari pertama. Jadi sungguh menarik ketika semua pemfitnah ini tidak pernah bertemu atau berkenalan dengan saya.

“Itu semua hanya spekulasi yang tidak didasari informasi.

“Semua orang yang tahu kami dan tahu apa yang sedang kami lakukan, mereka tahu apa kami sebenarnya.

“Semua yang memfitnah kami sama sekali tidak memiliki fakta.”

Storey mengungkapkan, pihaknya “sudah cukup lama” bersiap masuk ke F1. Diyakini Rich Energy lebih dulu terlibat dalam diskusi dengan Williams dan McLaren sebelum menandatangani perjanjian Haas.

“Ini adalah perjanjian terbaik yang tersedia dengan tim manapun,” katanya. “Kami senang dengan Haas sebagai tim.

“Saya rasa kami memiliki produk yang lebih baik dibandingkan Red Bull, dan sungguh fantastis bisa bertarung melawan mereka baik di dalam maupun di luar trek.”

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?