DBAsia News

Ketika Profesi Atlet Mulai Menjanjikan Masa Depan Cerah

Atlet


DBasia.news –  Hidup layak dan terjamin saat ini bisa dirasakan para olahragawan berprestasi. Jadi banyak orang tua tidak lagi berpikir seribu kali menjadikan anaknya sebaga atlet.

Bonus besar hingga jaminan menjadi Pegawai Negeri Sipil adalah hadiah yang dijanjikan pemerintah kepada para atlet berprestasi. Hal itu terbukti pada Asian Games dan Asian Para Games 2018.

Ketua Dewan Penasehat Komunitas Olahraga Bersatu, Raja Sapta Oktohari, menilai apresiasi atlet yang semakin besar merupakan program Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang berjalan baik. Saat Asian Games dan Asian Para Games 2018 bergulir, Presiden memerintahkan instansi terkait agar mengeluarkan bonus sebelum keringat atlet mengering.

Bonus bagi atlet, pelatih, dan asisten pelatih disesuaikan dengan perolehan medali. Bagi atlet perorangan peraih medali emas menerima Rp 1,5 miliar.

Untuk pasangan atau ganda peraih medali emas, masing-masing mendapat Rp 1 miliar. Sedangkan atlet tim beregu peraih medali emas menerima Rp 750 juta per orang.

Untuk peraih medali perak bonusnya senilai Rp 500 juta bagi perorangan. Untuk ganda Rp 400, dan beregu Rp 300 juta per orang.

Sementara peraih medali perunggu mendapat Rp 250 juta untuk perorangan, ganda masing-masing Rp 200 juta. Sedangkan beregu Rp 150 juta per orang.

“Bapak presiden memantau langsung setiap rekening atlet. Dia memastikan tidak ada bonus yang terpotong,” ujar Okto saat dijumpai kawasan Sudirman, Kamis (4/4).

“Apresiasi kepada atlet yang mulai baik ini saya rasakan sejak Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Saat itu, Tontowi Ahmad/Liliyana Nastir mendapat bonus Rp 5 miliar masing-masing,” sambungnya.

Belum lama ini, pemerintah melalui Kemenpora juga telah menyerahkan Surat Keputusan (SK) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kepada 286 atlet berprestasi di Wisma Kemenpora, Jakarta, Selasa (2/4).

Jaminan menjadi pegawai negeri sipil ini diberikan kepada atlet peraih medali ada Asian Games, Asian Para Games, SEA Games, ASEAN Para Games, Kejuaraan Asia, Kejuaraan Dunia, dan Olimpiade dalam periode 2014-2018.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?