DBAsia News

Jangan Sampai Balapan F1 Terlalu Kasar Seperti Formula E

F1


DBasia.news –  Romain Grosjean menyambut baik sikap stewards Formula 1 yang kini lebih toleran terhadap duel di lintasan. Namun, ia tidak ingin balapan berjalan terlalu kasar seperti di Formula E.

Pada gelaran GP Bahrain, direktur balap F1, Michael Masi, bertemu dengan para pembalap untuk membahas aturan duel wheel-to-wheel di lintasan.

Grosjean, selaku ketua Asosiasi Pembalap Grand Prix (GPDA), setuju jika aturan dibuat sedikit lebih longgar dari sebelumnya.

“Saya pikir kami semua tidak ingin menggila di trek, tapi jika senggolan terjadi karena tidak disengaja, atau karena Anda mencoba menyalip, mengunci ban, dan menyenggol, maka itu seharusnya bukan akhir dari segalanya,” jelas pembalap Haas itu.

“Jika Anda melakukan insiden Grosjean di Spa 2012, atau [Nico] Hulkenberg di Spa tahun lalu, oke itu mungkin tidak disengaja, tapi konsekuensinya sangat besar, jadi itu layak diganjar hukuman. Sama seperti [Sergio] Perez di Singapura.

“Tetapi di lap pertama, jika Anda sedikit telat mengerem, atau seperti yang saya alami dengan Charles Leclerc di Austin, saya merasa bersalah karena membuat dia melintir, tapi balapan dia sudah berakhir lebih dulu akibat kerusakan sayap depan dan lantai. Jadi saya pikir konsekuensinya tidak seburuk yang dibayangkan, dan itu cukup dianggap sebagai insiden biasa.

“Jadi mungkin kita bisa berkata ‘oh oke, ini lap pertama, semua pembalap berusaha mendapatkan posisi’.

“Tetapi saya juga tidak ingin [F1] berubah menjadi Formula E, karena menurut saya Formula E sudah terlalu berlebihan.”

Ia menambahkan: “Insiden pasti akan terjadi sepanjang 21 balapan. Saya pikir sudah bagus kami diperbolehkan membalap dan bertarung.

“Tentu, masih ada beberapa hal yang tidak ingin kami lihat, seperti berpindah lajur saat mengerem, karena menurut saya itu adalah bahaya terbesar saat ini. Saya pikir itu yang perlu diperketat, sementara sisanya, kami seharusnya diizinkan untuk membalap dan bersenang-senang.”

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?