DBAsia News

GP Singapura Sangat Menuntut Fisik Pembalap

DBasia.news –  Sirkuit Jalan Raya Marina Bay, Singapura, tempat lomba F1 2019, akhir pekan ini merupakan trek yang spesial untuk fan. Namun untuk pembalap, trek ini adalah sirkuit yang paling menuntut fisik prima.

Bayangkan trek memiliki 23 tkungan plus memiliki panjang hampir 5 km. Dalam satu lap, pembalap bakal bekerja sangat keras karena begitu banyaknya sektor trek yang hanya bisa dilibas dengan kecepatan rendah dan banyaknya tikungan.

Belum lagi kelembaban udara dan temperatur yang begitu tinggi. Tidak heran, menuju lomba di Singapura, biasanya pembalap sampai harus menjalani sesi latihan fisik khusus.

Perbedaan waktu antara Asia dengan Eropa yang begitu jauh, dipastikan membuat pembalap mengalami jet lag. Sebagai contoh, lomba akan start pukul 20.30. Artinya di Eropa masih pukul 14.10 siang.

Alhasil setiap lomba Singapura, kebanyakan pembalap baru sarapan pagi pukul 3-4 sore kemudian makan siang sekitar pukul 8 malam!

Selain itu, FP1 (latihan bebas) dan FP3 berlangsung sebelum matahari tenggelam. Yang berarti data yang didapatkan tim tidak bisa digunakan untuk kualifikasi dan lomba yang digelar pada malam hari. Inilah alasan lomba di Singapura kerap terjadi drama menarik.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?