Wabah Virus Corona, IOC dan Tuan Rumah: Olimpiade 2020 Tetap Diadakan

DBasia.news –  Tuan rumah Olimpiade 2020 Tokyo membantah kabar bahwa pesta olahraga dunia itu dibatalkan gara-gara wabah virus corona di Cina, enam bulan sebelum pembukaan 24 Juli 2020.

Meningkatnya jumlah kematian di Cina akibat virus, yang telah menginfeksi 17 orang di Jepang – termasuk kasus penularan dari manusia ke manusia – memicu munculnya rumor di media sosial bahwa Olimpiade, yang akan diadakan dari 24 Juli hingga 9 Agustus, akan dibatalkan.

Kabar itu merebak setelah kantor berita Jerman DPA atau Deutsche Presse-Agentur, memuat berita tentang diskusi antara Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyimpulkan bahwa wabah “mungkin memiliki dampak signifikan pada Olimpiade”.

Berita itu sempat memunculkan muncul 50.000 tweet dengan tagar “Olimpiade Tokyo Dibatalkan”.

Penyelenggara Olimpiade Tokyo membantah rumor itu dan menegaskan bahwa mereka tidak pernah mempertimbangkan membatalkan Olimpiade dan Paralimpiade. “Kami akan bekerja sama dengan IOC dan badan terkait lainnya untuk mengambil tindakan pencegahan kapan pun diperlukan,” kata Penyelenggara Olimpiade 2020.

IOC mengatakan telah melakukan kontak dengan WHO tentang virus corona, yang telah menyebar ke lebih dari 20 negara, mendorong pembatasan perjalanan dan penangguhan rute ke Cina oleh beberapa maskapai.

“Penanggulangan terhadap penyakit menular merupakan bagian penting dari rencana Tokyo 2020 untuk menjadi tuan rumah Olimpiade yang aman dan terjamin,” kata IOC dalam sebuah pernyataan. “Tokyo 2020 akan terus bekerja sama dengan semua organisasi terkait yang secara hati-hati memonitor setiap kejadian penyakit menular dan akan meninjau setiap tindakan pencegahan.”

Awal pekan ini, gubernur Tokyo, Yuriko Koike, mengatakan bahwa kegagalan untuk mengatasi wabah corona dapat mempengaruhi Olimpiade.

“Dengan hanya 177 hari tersisa dan persiapan kami semakin cepat, kita harus dengan kuat menangani virus corona, atau kita akan menyesalinya,” katanya pada Rabu, 29 Januari 2020 saat pertemuan dengan para pejabat Tolyo. “Saya akan melakukan yang terbaik untuk mengatasi masalah baru ini karena kami bekerja sama erat dengan Anda semua.”

Wabah virus corona, yang telah menewaskan 259 orang – semuanya di Cina – telah mengganggu sejumlah kualifikasi Olimpiade yang dijadwalkan berlangsung di negara itu bulan ini, termasuk kejuaraan bulutangkis China Masters 2020 dan kemungkinan Kejuaraan Asia yang direncanakan digelar di Wuhan, April.

Kualifikasi sepak bola wanita telah dipindahkan ke Australia dan bola basket wanita ke Serbia, sementara kualifikasi tinju untuk wilayah Asia-Oceania, yang semula akan diadakan di Wuhan, telah dipindahkan ke Yordania.

Kejuaraan dunia atletik indoor, yang akan diadakan di Nanjing pada pertengahan Maret, ditunda selama setahun.

Olimpiade Rio de Janeiro 2016, juga sempat dibayangi wabah virus Zika yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Namun pesta olahraga itu berjalan sukses.

Sekitar 11.000 atlet – termasuk kontingen besar dari Cina – diperkirakan akan bertanding di Olimpiade 2020 Tokyo. Sekitar 4,5 juta dari total 7,8 juta tiket telah terjual di Jepang.