Tahun 2021, Perjudian Terakhir Olimpiade Tokyo

DBasia.news – Tahun 2021 akan menjadi perjudian terakhir pemerintah Jepang untuk menyelenggarakan Olimpiade Tokyo. Jika tahun depan ajang kembali gagal, akibat belum ditemukannya vaksin Covid-19, Jepang akan langsung membatalkan Olimpiade.

Komentarnya tersebut muncul setelah presiden Asosiasi Medis Jepang (JMA), mengatakan pada Selasa bahwa akan “sulit” bagi Jepang untuk menyelenggarakan Olimpiade yang sudah ditunda pada 2021 tanpa adanya vaksin COVID-19 yang efektif.

Coates yang berasal dari Australia, kepala Komisi Koordinasi IOC untuk Olimpiade, mengatakan komen presiden JMA Yoshitake Yokokura adalah “opini”.

“Tapi saran yang kami dapat dari WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) mengatakan kami harus melanjutkan rencana untuk tanggal itu dan itu lah yang kami kerjakan, dan tidak bergantung pada vaksin,” kata Coates kepada Australian Associated Press.

“Tapi kami akan terus dibimbing, seperti yang seharusnya, oleh WHO dan otoritas kesehatan Jepang karena dalam semua ini, kesehatan dan kesejahteraan atlet dan peserta lainnya dalam Olimpiade adalah prioritas nomor satu.”

Olimpiade, yang semula akan dimulai Juli tahun ini, telah dijadwal ulang pada 2021, yang akan digelar sejak 23 Juli hingga 8 Agustus.

Penundaan itu merupakan pukulan besar bagi Jepang, yang telah menghabiskan 13 miliar dolar AS untuk persiapannya.

Presiden Tokyo 2020 Yoshiro Mori mengatakan dalam wawancara yang dipublikasikan Selasa, bahwa Olimpiade akan “dibatalkan” jika tidak diselenggarakan pada 2021.

Jepang telah mencatat lebih dari 13.000 orang terinfeksi COVID-19 dan hampir 400 meninggal dunia, demikian Reuters.