Sulawesi Tenggara Kembali Buktikan Sebagai Lumbung Dayung Nasional

Tim dayung Indonesia, Denri Maulidzar Al Ghiffari, Muhad Yakin, Rendi Syuhada Anugrah dan Mochamad Ali Darta Lakiki mengekspresikan kegembiraannya setelah menang pada pertandingan Dayung 4 Orang Putra 1000m Sea Games ke-28 di Kanal Marina Singapura, Minggu (14/6). Tim dayung Indonesia menang dengan catatan waktu 3:02,28 dan meraih medali emas. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/ed/foc/15.

Dayung



DBasia.news –  Potensi atlet dayung Sulawesi Tenggara sebagai lumbung dayung nasional kembali diwujudkan dengan memasok pedayung junior di pemusatan latihan nasioal (Pelatnas) menghadapi pesta olahraga Asia Tenggara atau SEA Games di Filipina November 2019.

Pelatih dayung nasional Jamalauddin yang dikonfirmasi melalui saluran telepon, Minggu, mengatakan pedayung junior asal Sultra yang digodok di pelatnas berjumlah tujuh orang.

“Mudah-mudahan mereka tabah menjalani Pelatnas yang memang program latihannya berbeda dengan di daerah. Bobot latihan cukup tinggi tetapi kalau ulet pasti sukses berprestasi,” kata Jamaluddin yang berlatar belakang atlet nasional spesialis rowing.

Tujuh orang atlet masa depan yang masih berusia junior adalah Muhlis (kayak), Laode Jumardin (kayak), M Burhan (cano), Wiken Anwar (kayak putri), Aulia Galib (rowing putri) dan Muh Afif (rowing). Sedangkan pedayung senior Sultra yang menghuni Pelatnas sejak beberapa tahun terakhir adalah Julianto (rowing putri) dan Dayuming (kayak putri).

“Sebenarnya ada atlet rowing asal Sultra yang menjadi salah satu andalan tim Indonesia di berbagai iven taraf Asia Tenggara dan Asia, bahkan kejuaraan dunia, yakni Ali Buton tetapi enggan bergabung di pelatnas,” kata Jamaluddin, jebolan program latihan pelajar Kemenpora tahun 90-an.

Selain berkontribusi atlet di Pelatnas juga pengurus dayung Sultra, KONI Sultra dan pemerintah daerah telah memperkuat jajaran pelatih nasional, yakni Jamaluddin dan Muhamad Hadris yang saat ini menangani atlet pelatnas.

Ketua Pengurus Provinsi PODSI Sultra Abdurrahman Shaleh mengatakan pembinaan atlet mutlak harus terus dilakukan untuk menjamin regenerasi atlet dayung.

“Bakat atlet dayung di Sultra kelihatan sejak anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) maupun usia Sekolah Menengah Pertama (SMP), khususnya bermukim di wilayah pesisir. Bakat alam menyebabkan generasi atlet dayung di Sultra berkesinambungan,” kata Rahman yang juga Ketua DPRD Sultra.

“Atlet-atlet junior maupun senior tabah dan sabar menjalani program latihan di pelatnas yang cukup berat tetapi membuka peluang menjadi atlet sukses di masa depan,” ujarnya.