DBAsia News

Sprinter Legendaris Indonesia Tutup Usia

Purnomo Muhammad Yudhi


DBasia.news –  Sprinter legendaris andalan tanah air, Purnomo Muhammad Yudhi, tutup usia di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (15/2).

Mungkin banyak yang sudah melupakan nama purnomo. Bahkan generasi milenial mungkin tidak pernah mengetahui namanya.

Wajar, Purnomo bersinar sebagai atlet pada era 1980. Olimpiade Los Angeles 1984 menjadi ajang yang membuat namanya harum hingga saat ini.

Kala itu, Purnomo turun pada nomor 100 meter, 200 meter, serta 4×100 meter. Meski berstatus non unggulan, Purnomo mampu membuat kejutan dengan menembus semifinal nomor 100 meter.

Hingga kini, belum ada pelari Indonesia yang mampu menyaingi catatan Purnomo. Meski belum bisa memberikan medali, Purnomo tetap memberi kebangaan karena menjadi satu-satunya wakil Asia yang lolos ke semifinal kala itu.

”Betul, saya tidak berhasil menyumbang medali untuk Indonesia, tetapi setidaknya nama Indonesia dan juga nama Asia telah menghiasi sejarah panjang Olimpiade berkat seorang anak desa asal Ajibarang,” ujar Purnomo.

Kegagalan Purnomo memberikan medali bagi Indonesia di Olimpiade membuatnya berharap ada generasi selanjutnya yang bisa meneruskan prestasinya pada ajang empat tahunan tersebut. Sebelum tutup usia, Purnomo sempat menitipkan beberapa pesan.

Purnomo meminta pelari Indonesia tidak takut jika bertemu dengan atlet luar. Purnomo menilai atlet Indonesia selalu bermasalah dengan mental.

“Makanya, saat bersaing dengan spinter dunia di Olimpiade, saya tidak takut. Di latihan, saya kan sudah sering bertemu mereka. Kalau sekarang, banyak atlet takut bertemu lawan yang levelnya lebih tinggi,” kata Purnomo.

Kini Purnomo telah berpulang. Mantan manusia tercepat di Indonesia itu menitipkan warisan prestasi dan etos pantang menyerah kepada generasi penerus.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?