Simona Halep Persiapkan Diri untuk Jalani Karantina Jelang Australian Open

DBasia.news – Petenis berkebangsaan Rumania, Simona Halep memahami prospek 14 hari karantina jelang Australian Open musim 2021 bisa menjadi hal menakutkan.

Petenis yang telah mengantongi dua gelar Grand Slam melalui musim 2020 yang cukup gemilang setelah ia berhasil mengklaim 17 kemenangan beruntun, meski terpaksa melewatkan Grand Slam di New York karena kekhawatiran akan krisis kesehatan global.

Untuk mengawali musim 2021, runner up Australian Open musim 2018 akan melibatkan perjalanan panjang menuju negara kangguru pada pertengahan Januari dan menjalani dua pekan dalam karantina sebelum mengawali Grand Slam pertama pada musim 2021, Australian Open pada 8 Februari.

“Saya tahu hal itu akan cukup berat secara mental, tetapi saya merasa pengalaman saya dalam situasi gelembung pada musim 2020 akan membantu saya mengetahui lebih banyak hal yang bisa saya harapkan,” ungkap Halep.

“Saya juga tidak terlalu stres, karena saya tahu bahwa COVID-19 terkontrol dengan baik di Australia, dan begitu kami menyelesaikan karantina, kami akan bebas.”

“Masa lockdown pada musim ini memiliki makna bahwa kita semua sudah lebih banyak terbiasa untuk menghabiskan waktu di dalam ruangan daripada sebelumnya.”

Sementara itu, pertandingan kompetitif terakhir petenis peringkat 2 dunia terjadi di French Open pada Oktober musim lalu dan ia akan berharap untuk melakoni beberapa pertandingan di turnamen WTA level 500 sebagai pemanasan menuju Australian Open.

Setelah turnamen di Asia, termasuk turnamen akhir musim, WTA Finals dibatalkan pada musim 2020 akibat pandemi COVID-19 yang belum kunjung usai, juara French Open musim 2018 melalui pra-musim yang cukup panjang. Tetapi ia menyatakan bahwa ia menikmati waktunya ketika berada di rumah dan membiarkan tubuh serta pikirannya pulih dari musim yang penuh tekanan.

“Saya berlatih keras untuk kebugaran saya,” tutur Halep.

“Banyak latihan dan pengulangan, dan kini saya akhirnya bermain beberapa set melawan petenis putri Rumania lain, bersiap-siap untuk pertandingan pertama di Australia.”

Petenis berkebangsaan Rumania memilih melewatkan musim hard-court di AS karena kekhawatirannya atas pandemi COVID-19 dan ketakutan terburuknya terjadi ketika ia positif terinfeksi virus tersebut pada Oktober lalu.

“Saya tidak terlalu sakit karena hal itu, tetapi sebagai atlet profesional, saya mengkhawatirkan tentang paru-paru saya, jadi, kami melakukan banyak tes dan semuanya luar biasa,” tambah Halep.

Petenis peringkat 2 dunia belum bisa menambah koleksi gelar Grand Slam pada musim 2020 setelah sejumlah petenis muda seperti Sofia Kenin dan Iga Swiatek mengukuhkan diri mereka sebagai juara Grand Slam untuk kali pertama dalam karier mereka. Namun, pada musim 2020 ia masih bisa memenangkan tiga gelar di Dubai, Praha, dan Roma.

“Ketika turnamen tenis ditangguhkan, tidak jelas apakah kami bisa melakoni turnamen lagi pada musim 2020. Hal itu cukup berat secara mental. Hal itu memberi saya cukup waktu untuk mengapresiasi tenis dan bersyukur ketika kami diberikan kesempatan untuk bermain lagi,” tukas Halep.