Sempat Ingin Gantung Helm, Jorge Martin Berhasil Meraih Kesuksesan

DBasia.news – Keberhasilan pembalap Pramac Ducati, Jorge Martin di awal paruh kedua musim 2021 membuat dirinya teringat dengan kehidupan masa lalu.

Pembalap asal Spanyol ini mengaku dirinya sempat mengalami keterpurukan sebelum akhirnya dapat mencicipi kemenangan.

Harus diakui, sebagai pembalap bergelar rookie, Jorge Martin berhasil membuat para pembalap senior kewalahan. Terbukti pada dua seri di paruh kedua ini, Martin berhasil menunjukkan kemampuan dengan meraih podium.

Terhitung pada MotoGP Styria, Martin berhasil meraih podium pertama dari tangan para senior. Sementara saat berlaga di Austria, Martin mampu meraih podium ketiga, mengalahkan sang juara musim 2020, Joan Mir yang menempati posisi keempat.

Tidak hanya itu saja, Martin juga dapat membuat kejutan dengan memecahkan rekor waktu terbaik di Sirkuit Red Bull. Martin mampu mengalahkan catatan rekor yang ditorehkan oleh salah satu legenda MotoGP, Marc Marquez.

Martin melihat keajaiban-keajaiban ini sangat bertolak belakang dengan kehidupannya di masa lalu. Ketika itu Martin mengaku berada di titik terendah dalam kariernya sebagai pembalap.

Pasalnya ketika itu, keluarga Martin berjuang mati-matian untuk membantunya di tengah permasalahan finansial. Bahkan ketika itu Martin sempat berpikir untuk pensiun dari olahraga balap motor.

“Terdapat dua hal yang membuat saya ingin gantung helm. Namun, pada akhirnya saya hanya melanjutkan balapan dengan pertolongan keluarga saya,” tutur Martin dikutip dari tuttomotoriweb.it.

“Berusaha untuk menolong kakek, nenek, paman, dan di atas semua itu, untuk kedua orang tua saya yang berusaha keras memberikan lima ratus euro sebulan agar saya bisa tetap balapan. Saya bahkan tidak ingat pernah berlibur bersama keluarga saya,” kenangnya.

Martin mengaku keterpurukan ini menjadi pelecut agar dapat meraih mimpi-mimpinya. Terbukti di musim 2021 ini, Martin mampu menjadi satu-satunya pembalap rookie yang dapat bersaing dengan para pembalap papan atas.

“Tidak ada yang bisa mengambil kemenangan pertama ini. Saya telah mendapatkan target di tahun ini, saya bisa pulang dan akan merasa senang,” katanya.

Kendati demikian, Martin mengaku belum merasa puas hanya dengan meraih dua kali podium di musim 2021. Masih banyak mimpi-mimpi yang harus dapat dicapainya.

“Namun, saya harus sadar bahwa saya adalah seorang pembalap yang tentunya haus akan kemenangan. Contohnya saya belum pernah memenangkan gelar rooike terbaik, dimana membuat saya sangat antusias,” ungkapnya.

“Selain itu juga kita memiliki mimpi untuk menjadi juara dunia MotoGP suatu hari nanti. Setelah meraih kemenangan pertama, saya seolah melihat gelar tersebut terasa lebih dekat dan memberikan kepercayaan diri untuk (balapan) masa depan,” tambahnya.