Sebelum Positif Corona, Bintang Utah Jazz Sempat Buat Candaan soal Covid-19

DBasia.news –  Bintang Utah Jazz, Rudy Gobert sempat membuat candaan terkait virus Corona sebelum positif terinfeksi virus mematikan tersebut.

Kabar mengejutkan muncul menjelang duel Oklahoma City Thunder melawan Utah Jazz, Kamis (12/3). Seorang pemain Jazz diketahui positif terjangkit virus corona.

Efek dari hasil test tersebut tentunya cukup masif. NBA langsung melakukan langkah cepat dengan menangguhkan musim, setidaknya untuk sementara waktu.

Memang tidak dijelaskan secara gamblang siapa pemain yang dimaksud terkena virus corona. Namun, berita mengenai pemain tersebut adalah Rudy Gobert sudah kadung meluas.

Nyatanya dua hari sebelum dinyatakan positif terjangkit virus corona, Gobert menjadikan penyakit itu bahan candaan. Saat itu pebasket asal Prancis tersebut bergurau sudah menjadi korban virus dengan nama lain COVID-19.

Bahkan, Gobert sampai menyentuh microphone yang disodorkan oleh reporter saat itu. Sang pemain seolah ingin menularkan virus corona yang diklaimnya sudah dia derita.

Nyatanya, hanya dua kali 24 jam setelah kejadian tersebut, Gobert positif terpapar COVID-19. Efeknya cukup masif karena bukan hanya dia yang menjadi korban.

NBA sampai menunda musim hingga waktu yang belum ditentukan. Mereka mengaku akan memikirkan langkah selanjutnya selama virus corona masih menjadi ancaman.

Ini merupakan kali ketiga sepanjang sejarah NBA musim mengalami penundaan. Sebelumnya, hal serupa pernah terjadi pada edisi 1998-1999 dan 2011-2012.

Ketika itu, pertandingan NBA berkurang drastis menjadi 50 laga per tim (1998-1999) dan 66 partai per tim (2011-2012). Namun, saat itu disebabkan soal pertikaian gaji antara pemain dengan klub.

Selain itu, dalam dua kesempatan tersebut penundaan terjadi pada awal musim. Ini pun menjadi kali pertama NBA ditunda pada pertengahan musim dan karena wabah.

Pastinya baik NBA, klub, maupun pemain dirugikan karena penundaan ini. Apalagi kompetisi sudah memasuki akhir dan play-off tinggal menunggu hitungan pekan.

Pada penundaan 1998-1999 lalu, NBA kehilangan popularitas. Apalagi saat yang bersamaan megabintang Michael Jordan mengumumkan akan gantung sepatu.

Sementara penundaan pada 2011-2012 membuat rata-rata pemain kehilangan gaji hingga 220 ribu dolar. Saat itu NBA memberikan kompensasi 100 ribu dolar.

Di luar itu, pekerja di luar lapangan juga terkena dampak ekonomi. Pekerja paruh waktu NBA kehilangan pendapatan mereka karena penundaan tersebut.

Alhasil, dampak ekonomi yang diderita pada musim 2019-2020 juga akan masif. Tentunya semua pihak, terutama pekerja paruh waktu merasakan efek negatif dari penundaan tersebut.

Menilik rantai peristiwa kejadian yang berlangsung di NBA, ada baiknya pemain lebih berhati-hati saat bergurau. Tentunya ucapan Rudy Gobert kurang pantas dan akhirnya banyak pihak menanggung akibatnya.