Satu Lagi Manajemen Tim eSport Terbentuk: WAW

Tim eSport

DBasia.news –  Resmi mengumumkan pembentukan manajemen eSport bernama We Againts the World (WAW), Youtuber Reza “Arap” Oktovian memberikan gaji tiap bulan untuk para gamer yang bergabung dalam tim eSport-nya sebagai cara pengelolaan penghasilan.

Sayangnya, Arap enggan mengungkap nominal gaji yang diterima para gamer. “Beda-beda. Ada yang dari lama, ada yang sudah punya prestasI. Dan kalau menang hadiahnya aku enggak potong sama sekali, full buat mereka. Tim lain dipotong, saya enggak,” ujar Arap kepada Antara usai temu media peresmian WAW di Jakarta, Senin.

Arap mengaku banyak pihak yang telah berusaha mendekatinya untuk mensponsori manajemen eSport bentukannya itu.

“Aku enggak mau gelap mata, duit, duit, duit, karena fokus aku bukan itu. Fokus aku atlet-atletnya, prestasi, prestasi, prestasi, chemistry,” kata dia.

Chemistry yang dimaksud Arap adalah kecocokan Arap dengan gamer. Perlu diketahui bahwa Arap merekrut gamer yang bergabung dalam timnya. Selain skill, syarat utama yang dia lihat adalah attitude para gamer.

Tidak hanya chemistry dengan Arap, seorang gamer yang bergabung juga harus punya chemistry dengan timnya. Bahkan, Arap memberi wewenang pada tim untuk mendepak anggota yang dinilai tidak kompak.

“AOV kemaren ada lima orang terus enggak cocok sama satu orang, yang empat orang ini setuju buat ngeluarin dia itu enggak apa-apa,” kata Arap.

“Kalau empat orang sudah ngomong oke, bahkan aku enggak punya power lagi untuk ngomong enggak, itu chemistry dari timnya,” lanjut dia.

Saat ini WAW memiliki empat divisi yaitu AOV Division, PUBG Division, Fortnite Division dan Mobile Legends Division, dengan total 15 gamer yang bergabung.

Lebih lanjut, Arap mengatakan bahwa WAW hanya merekrut gamer yang benar-benar fokus dan  berkomitmen penuh pada eSport.

Gamer termuda yang bergabung dalam WAW berusia 15 tahun — masih dalam usia sekolah. Untuk itu, Arap menyerahkan semua keputusan kepada anak dan orang tua.

Bagi mereka yang menganggap menjadi gamer eSport bukan sebuah profesi yang serius dan bisa menjadi sebuah pilihan karir yang menjanjikan, Arap memberi contoh dirinya sendiri.

“Saya dulu jaga warnet… setelah itu saya jadi pro player, dapat uang dari situ, setelah itu saya nge-Youtube, saya main gim, saya kaya dari situ,” ujar Arap.

“Sampai sekarang saya bisa gaji anak-anak yang main gim dan mereka dapat gaji dari main gim. What else? Silakan pikirkan sendiri,” pungkasnya.