F1

Sainz Makin Dikenal Berkat Prestasinya, Lando Norris Mengaku Bangga

DBasia.news – Lando Norris mengaku bangga karena eks rekan setimnya di McLaren, Carlos Sainz, kini makin dikenal oleh para penggembar F1 berkat prestasinya di musim lalu.

Carlos Sainz dan Lando Norris diketahui pernah sama-sama membela McLaren selama dua musim. Sainz, yang sudah berkarier di kejuaraan Formula 1 empat tahun lebih lama pun menjadi mentor bagi Norris.

Karena tandemannya tersebut adalah pendatang baru, tentu saja profil Sainz lebih menonjol. Pada tahun pertama mereka menjadi rekan setim, pebalap asal Spanyol itu mencatatkan poin lebih banyak dan hampir separuh dari Norris, yakni 96 banding 49 poin.

Posisinya makin terancam ketika Lando Norris mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan di awal musim 2020. Dari perolehan poin, gap keduanya makin menipis, di mana Sainz mengoleksi 105 poin dan koleganya 97 poin.

Mereka lalu berpisah jalan di akhir kejuaraan F1 2020 usai Carlos Sainz menerima tawaran untuk menjadi pebalap Ferrari. Persaingan internal antara keduanya pun melebar karena McLaren dan tim asal Maranello itu saling bertarung untuk memperebutkan peringkat ketiga klasemen konstruktor.

Pada paruh pertama musim 2021, Norris lebih diunggulkan karena mampu merengkuh tiga podium. Sayangnya, puja-puji membuat pebalap asal Inggris itu kehilangan konsistensi meski sempat finis kedua di gelaran GP Italia.

Sebaliknya, Sainz justru tampil kian solid di paruh kedua musim. Setelah mengamakan posisi runner-up di gelaran GP Monako, ia tiga kali menempati podium ketiga di GP Hungaria, GP Rusia dan GP Abu Dhabi.

Peningkatan prestasi pebalap berusia 27 tahun tersebut dalam kokpit mobil Ferrari SF21 ternyata membuat Norris terkagum-kagum.

“Saya kira Carlos adalah salah satu pebalap Formula 1 terbaik. Itu membuat saya terlihat kurang bagus karena dia merupakan pilot yang sangat hebat. Dia menjalankan pekerjaan dengan sangat baik,” ujarnya dikutip dari Motorsport.com.

“Saya sepertinya berada di bawah bayang-bayang karena dia berhasil menuntaskan tugasnya,” ia mengimbuhkan.

Saat masih memperkuat Toro Rosso (kini AlphaTauri), Renault dan McLaren, rapor Sainz tergolong biasa-biasa saja sehingga dirinya kurang dikenal oleh para penggemar Formula 1. Mata mereka terbuka setelah ia berhasil menembus lima besar klasemen akhir pebalap musim 2021, lebih baik daripada Charles Leclerc.