Saat Pembalap Pro dan Kontra Soal Jumlah Lomba MotoGP Mencapai 22 Kali

DBasia.news –  Informasi penting terkait jumlah lomba MotoGP di masa depan telah diutarakkan CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta. Menurutnya mulai musim 2022, jumlah putaran maksimal ada di angka 22 kali!

Untuk diketahui, mulai musim 2020, jumlah lomba akan bertambah dari 19-20 dengan masuknya lomba di Finlandia. Kemudian MotoGP 2021, jumlah lomba menggendut lagi lantaran Indonesia dan kemungkinan Portugal masuk kalender balap.

Angka 22 lomba pun mendapat respons pro dan kontra dari pembalap. Dari kubu yang kontra ada nama pembalap Yamaha, Maverick Vinales.

Menurutnya dengan bertambahnya jumlah lomba, maka idealnya, periode sesi tes resmi harus dikurangi agar pembalap dan semua pihak yang terlibat punya waktu beristirahat.

“Jumlah sesi tes harus dikurangi. Oke, kami akan berlomba lebih sering, tapi kami harus sedikit beristirahat. Lomba, lomba, lomba, dan kemudian tubuh tidak beristirahat. Jadi ini akan sulit,” kata Vinales.

“Dengan enam hari sesi tes (seperti sekarang), Anda melahap banyak lap. Bayangkan jika Anda membuat 60 lap dalam satu hari, itu sangat banyak,” lanjutnya.

Dari pihak yang pro ada nama pembalap KTM, Pol Espargaro. Buatnya semakin sering berlomba, maka tambah banyak orang yang bisa menyaksikan MotoGP. Ini merupakan hal bagus.

Mengenai komentar Vinales soal pengurangan jumlah sesi tes resmi, Pol tidak setuju. Menurutnya melihat level KTM saat ini yang belum berstatus tim papan atas, maka timnya masih butuh jumlah tes yang banyak.

“Jika saya menjawab pertanyaan Anda (media), pasti ingin lebih banyak waktu di rumah. Tapi jika menjawab pertanyaan bos KTM, maka saya katakan kami perlu lebih banyak tes,” Pol menuturkan.

“KTM belum berada di posisi seperti Honda, Yamaha, atau Ducati yang sudah memiliki banyak info. KTM masih harus terus melakukan tes. Artinya kami menghabiskan banyak waktu di luar rumah,” tambah adik dari pembalap Aprilia, Aleix Espargaro itu.