Pola Latihan Baru Para Atlet Atletik

DBasia.news – Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) mengubah sistem latihan mereka yang sudah berjalan cukup lama. Kini, PB PASI tak hanya akan fokus pada kekuatan, tetapi lebih mengedepankan teknik.

Hal ini dilakukan PB PASI agar prestasi atlet Indonesia terus membaik di event internasional. Pola yang sama juga sudah diterapkan negara jagoan atletik seperti Jamaika sebelumnya.

Pola latihan baru yang diterapkan PB PASI adalah dengan menempa kekuatan di air. Setiap atlet akan melakukan gerakan lari di air secara berulang agar teknik dan kekuatan mereka terasah secara seimbang.

“Selama ini kami salah. Ternyata yang penting itu bukan hanya kekuatan, tetapi teknik juga menjadi faktor utama keberhasilan atlet menjadi juara,” ujar ketua umum PB PASI, Bob Hasan, saat dijumpai di Asrama Atletik, Jakarta, Kamis (13/9).

“Mungkin terlihat aneh, berlari, tetapi di air. Namun, cara ini efektif, mereka jadi bisa menghapal bagaimana teknik ayun yang benar sekaligus menempa kekuatan,” sambungnya.

Demi meningkatkan pola latihan di air, Bob sengaja memilih rumah yang ada kolam renang di dalamnya sebagai asrama baru PB PASI. “Rumah ini tadinya dipakai orang, saya bilang mau cari yang ada kolam renang supaya anak-anak mudah latihannya. Jadilah rumah ini asrama PB PASi,” tutur Bob.

Pada Asian Games 2018, PB PASI menyumbang tiga medali untuk Indonesia yakni dua perak dan satu perunggu. Medali perak dipersembahkan dari nomor 4×100 meter melalui Lalu Muhammad Zohri, Eko Rimbawan, Fadlin, dan Bayu Kertanegara. Adapun Emilia Nova menempati peringkat kedua pada 100 meter lari gawang. Sementara medali perunggu dipersembahkan Sapwaturrahman dari lompat jauh.