Pihak IBL Gertak Pelita Jaya

Pelita Jaya



DBasia.news –  Protes yang terus dilakukan Pelita Jaya membuat Direktur Indonesia Basketball League (IBL), Hasan Ghozali naik pitam. Hasan bahkan menyebut, pihak liga bisa saja memberi sanksi sebesar Rp 100 juta jika Pelita Jaya tetap tidak menerima keputusan IBL.

Pelita Jaya melayangkan surat protes resmi kepada IBL yang menyangsikan tinggi badan pemain Stapac Jakarta, Kendal Yancy. Pelatih Pelita Jaya, Fictor Roring, menilai tinggi badan Yancy di atas 188 cm atau melanggar batas minimun.

Akan tetapi, IBL tak menyetujui permintaan Pelita Jaya untuk melakukan ukur ulang terhadap Yancy. IBL bersikukuh, data yang dikeluarkan RS Royal saat pengukuran pertama sudah valid.

“Kami sudah jawab lewat surat bahwa IBL tidak bisa mengakomodir. Terserah kalau mereka (Pelita Jaya) mau ngoceh-ngoceh, nanti kami bisa kenai sanksi juga. Sanksinya bisa materi sebesar Rp 100 juta,” kata Hasan kepada wartawan.

“Kalau mereka siap menerima sanksi itu, ya silahkan saja mereka berkoar terus. Kesabaran saya juga ada batasnya ya. Konyol sih memang,” sambungnya.

Bagi Hasan, permintaan Pelita Jaya mengukur ulang tinggi Yancy sebagai bentuk ketidak percayaan terhadap liga. Padahal, tidak ada kepentingan IBL atau rumah sakit mengurangi tinggi pebasket asal Amerika Serikat tersebut.

“Kepentingannya apa bagi tim dokter kurang-kurangi tinggi Yancy? Enggak ada kan. Selain itu, pengukuran juga ada saksinya,” ucap Hasan.