Peserta yang Wafat di Reli Dakar Ternyata Berstatus Pembalap Top

DBasia.news –  Peserta kategori motor, Paulo Goncavles meninggal dunia saat tampil di Etape 7 yang start dari Riyadh dan finis di Wadi Al Dawasir, Arab Saudi, 12 Januari.

Goncalves wafat lantaran serangan jantung. Pria kelahiran Portugal ini sudah tidak sadarkan diri saat helikopter medis menemukannya usai menempuh jarak 276 km di Etape 7.

Wafatnya Paulo Goncalves merupakan bukti, Reli Dakar tidak hanya ganas untuk peserta yang minim pengalaman, tapi juga buat mereka yang bahkan berstatus pembalap papan atas.

Ya, Goncalves merupakan peserta dengan jam terbang tinggi di Reli Dakar. Tak hanya sekadar tampil, pembalap berusia 40 tahun ini juga memiliki prestasi mumpuni.

Tercatat ia telah mengikuti Reli Dakar sebanyak 13 kali. Hasil terbaiknya adalah runner-up musim 2015. Dia juga mengantongi tiga kemenangan pada etape Reli Dakar.

Pencapaian Goncalves ketika turun pada ajang reli lintas negara juga cukup menjanjikan. Pasalnya ia pernah berstatus juara Kejuaraan Dunia Reli Lintas Negara tahun 2013.

Sebelum memulai Etape 7, momen ketika ia meninggal dunia, Goncavles sedang menempati posisi 46 kategori motor. Namun ia bisa naik 13 peringkat di Etape 7.

Kini semua peserta Reli Dakar berduka. Salah satunya pembalap yang pernah menjadi rekan setim Goncalves, Ricky Brabec. Menurutnya ini merupakan momen tersedih untuk dunia reli lintas negara. “Kini hasil lomba tidak lagi berarti. Itu nomor kedua. Kami semua tahu, motorsport merupakan olahraga berbahaya. Tapi hari ini adalah hari paling sedih untuk orang-orang di Reli Lintas Negara,” Brabec menjelaskan.