Perbedaan Balapan di Eropa dan Indonesia menurut Kezia Santoso

DBasia.news – Pembalap Indonesia, Kezia Santoso, mengepakkan karier balapnya di Eropa melalui beberapa kejuaraan gokar internasional. Kezia tengah bersiap menghadapi kejuaraan gokar Euro X30 pada 2019.

Kezia memutuskan rehat dari dunia balap formula selama menyelesaikan studinya di University of Huddersfield. Namun, dara asal Solo tersebut tak sepenuhnya vakum dari lintasan, Kezia tetap akan mengikuti kejuaraan gokar di Eropa.

Persiapan dilakukan Kezia dengan mengikuti Eshark Rok Cup Indonesia 2018 yang berlangsung di Sentul Karting Circuit, Bogor. Pada kejuaraan tersebut, Kezia turun pada tiga seri.

“Balapan di Indonesia itu sebenarnya lebih menantang, karena secara cuaca lebih panas ketimbang di Eropa. Dengan balapan di Indonesia, saya berharap level fisik saya meningkat,” ujar Kezia.

“Saya ingin mengikuti kejuaraan gokar se-Eropa. Kemungkinan di sana saya bakal ikut sebanyak empat sampai lima seri,” sambungnya.

Keputusan Kezia tetap turun pada Euro X30 tak menggangu kegiatan pendidikanya di Inggris. Pembalap berusia 20 tahun itu justru sangat antusias karena bisa kembali ke lintasan.

“Selama ini saya nggak pernah terganggu dengan aktivitas kuliah saya. Soalnya kuliah saya juga tidak full dari pagi sampai sore,” ujar Kezia.

“Kalau lagi ada balapan, paling saya cuma bolos hari Jumat. Jadi berangkat Kamis malam, kemudian Sabtu-Minggu balapan. Senin-nya sudah balik lagi untuk kuliah,” kata pembalap yang mendapat julukan Srikandi Gokar tersebut.

Nama Kezia mulai diperhitungkan sebagai pembalap potensial Indonesia saat turun pada kejuaraan balap gokar di Asia dan Eropa. Kehadiran Kezia juga bukan hanya sebagai pemanis pada ajang tersebut, putri dari pasangan Yongliek Santoso dan Menik Indah Susanti itu mencatat sejarah dengan menjadi juara Asian Max Challenge (AMC) 2013.