Peraih Medali Emas Olimpiade Didakwa karena Ikut dalam Kerusuhan di Gedung Capitol

DBasia.news – Rupanya ada peraih emas olimpiade yang ikut rusuh di Gedung Capitol pekan lalu. Dia adalah Klete Keller, eks perenang andalan Amerika Serikat.

Dilansir Guardian, Keller didakwa bersalah karena ikut dalam kerusuhan yang dilakukan pendukung Donald Trump di Capitol AS pekan lalu. Dakwaan itu ditetapkan Pengadilan Washington DC pada Rabu (13/1) waktu setempat.

Keller dianggap sengaja menerobos ke gedung terlarang tanpa kewenangan yang sah, berperilaku tidak tertib, dan menghalangi penegakan hukum saat kejadian berlangsung. Sejauh ini, belum jelas apakah Keller akan dibantu pengacara atau tidak, serta bakal ditahan atau tidak.

Sosok Keller sendiri ketahuan ikutan rusuh Capitol AS, dalam rekaman yang beredar. Dalam video, ia terlihat mengenakan jaket olimpiade AS dan berada di Capitol Rotunda, saat kepolisian berusaha mendesak keluar demonstran.

Juru bicara renang AS menjelaskan, pihaknya mengedepankan prinsip kebebasan berekspresi, namun mengecam tindakan pendukung Trump yang sampai menerobos Capitol Hill.

“Kami menghormati hak individu dan kelompok untuk melakukan protes damai, tetapi sama sekali tidak memaafkan tindakan yang diambil oleh orang-orang di Capitol minggu lalu,” kata jubir.

Sementara CEO Komite Olimpiade dan Paralimpiade AS Sarah Hirshland juga mengecam tindakan para demonstran. Meski begitu, ia tidak menekankan nama Keller dalam pernyatannya.

“Seperti yang Anda ketahui, ada laporan tentang alumni atlet Olimpiade yang terlibat dalam aksi mengerikan di gedung US Capitol minggu lalu. Saya sangat mengutuk tindakan para perusuh di US Capitol. Mereka tidak mewakili nilai-nilai Amerika Serikat atau Tim USA,” katanya.

Keller, kini 38 tahun, adalah salah satu perenang terbaik yang pernah dimiliki Amerika Serikat. Ia tercatat sebagai peraih dua medali emas, masing-masing di Olimpiade 2004 Athena dan 2008 di Beijing.

Dua medali emas Keller didapat dari nomor estafet 4 x 200 meter gaya bebas putra, di mana ia tergabung bersama Michael Phelps. Total, Keller sudah meraih lima medali, dengan sisanya sekali perak dan dua kali perunggu.

Setelah kariernya sebagai perenang berakhir, kehidupan Keller sempat berantakan. Ia bercerai dengan istrinya, kesulitan finansial, bahkan sampai menggelandang berbulan-bulan dan cuma tidur di mobilnya.

Awal pekan ini, Keller diketahui sudah menghapus media sosialnya. Namun, situs SwimSwam melaporkan, Keller sempat membuat unggahan yang isinya mendukung Donald Trump.

Trump sendiri kalah dalam pemilihan presiden AS, yang dimenangkan Joe Biden. Kemudian, demonstrannya berdemo agar kemenangan Biden dibatalkan. Pada Kamis (14/1) WIB, Trump akhirnya dimakzulkan untuk kedua kalinya.