Pendapat Mantan Sprinter Nasional soal Muhammad Zohri

DBasia.news – Suryo Agung Wibowo sampai sekarang masih tercatat sebagai manusia tercepat di Tanah Air dan Asia Tenggara ketika ia memecahkan rekor lari 100m dengan waktu 10,17 detik di SEA Games Laos 2009.

Ia bahkan dua kali tercatat sebagai manusia tercepat Asia Tenggara karena pada SEA Games 2007 di Nakhon Ratchasima, Thailand, ia juga memecahkan rekor dan sekaligus meraih emas dengan catatan 10,25 detik.

Dengan catatan rekor di Laos pada 2009, berarti Suryo Agung berhasil memecahkan kebuntuan yang sudah bertahan selama 20 tahun, yaitu rekor lama dengan catatan 10,20 detik yang dipegang seniornya Mardi Lestari.

Sekarang, waktu sehari-hari Suryo memang sudah tidak banyak lagi di lintasan atletik karena sudah lama pensiun sebagai sprinter karena faktor usia. Dengan usia 35 tahun sekarang, Suryo sudah tidak mungkin lagi mempertahankan kecepatannya.

Suryo sekarang sudah mantap menggeluti profesi yang baru, yaitu sebagai pegawai negeri di Kementerian Pemuda dan Olahraga di Jakarta.

Sebagai mantan sprinter yang masih memegang rekor SEA Games, Suryo mengakui gembira melihat hasil yang diperlihatkan juniornya di Asian Games 2018, terutama sprinter muda Lalu Muhammad Zohri.

Zohri, juara dunia junior beberapa waktu lalu di Tampere, Finlandia, bersama rekan-rekannya mampu mengalahkan pelari top China untuk meraih medali perak di nomor estafet 100 meter.

“Saya berharap, Zohri bisa tetap berada pada jalurnya, artinya dia jangan diberikan beban dengan harapan terlalu tinggi pada event berikut. Biarkah dia berproses sesuai dengan tingkatannya,” kata Suryo.

Menurut Suryo, dengan usia yang masih muda, yaitu 18 tahun, usia emas pelari asal Lombok itu adalah sekitar 25 tahun.

“Jangan dia dibebankan harus juara pada Olimpiade 2010 di Tokyo nanti misalnya. Semua harus berproses dan tidak bisa instan,” katanya menambahkan.