DBAsia News

Pencapaian Penting Lewis Hamilton Saat Jadi Juara Dunia F1 2019

DBasia.news –  Titel juara dunia Formula 1 musim 2019 sudah pasti jadi milik Lewis Hamilton. Pasalnya ia finis ketiga pada lomba putaran ke-19 di Sirkuit Austin, Texas, Amerika Serikat, Senin (04/10) pagi WIB.

Meskipun musim ini masih menyisakan dua putaran lagi, pembalap asal Inggris tersebut tidak dapat dikejar oleh rivalnya. Kami pun mengumpulkan empat makna penting dari kesuksesan Hamilton merasakan titel juara dunia keenam sepanjang kariernya.

1. Posisi Kedua Pembalap dengan Titel Juara Dunia Terbanyak

Pada usia 34 tahun dan berkat torehan enam gelar, Hamilton kini berada di posisi kedua daftar pembalap dengan titel juara dunia terbanyak sepanjang sejarah F1.

Eks pembalap McLaren ini telah melamapui catatan Juan Manuel Fangio (lima kali juara) dan hanya butuh satu gelar lagi untuk mengalahkan rapor Michael Schumacher. 

2. Kedua Kalinya Kunci Gelar di Sirkuit Austin

Fakta Hamilton memastikan gelar di Austin menandakan kedua kalinya dalam karier, ia mengunci gelar juara F1 saat mengasapal di Sirkuit Austin. Kesempatan pertama terjadi pada musim 2015.

Perbedaan dengan GP AS 2019 di mana ia finis ketiga, tiga tahun lalu di tempat yang sama, Hamilton finis pertama dengan mengalahkan rekan setimnya, Nico Rosberg.

3. Rekor Mercedes

Seiring dengan keberhasilan Hamilton jadi juara dunia pembalap plus Mercedes sudah terlebih dahulu mengunci gelar juara dunia konstruktor, maka ada satu rekor yang terbuat.

Adalah Mercedes jadi tim pertama yang sukses mengawinkan titel juara dunia pembalap dan konstruktor pada enam musim berturut-turut. Untuk diketahui, gelar juara dunia konstruktor sudah pasti milik Mercedes usai lomba GP Jepang, bulan lalu.

4. Rekor Lain di Depan Mata

Terlepas dari tiga poin di atas, Hamilton masih berpotensi mencetak lebih banyak rekor fantastis lagi musim depan. Salah satunya rekor jumlah kemenangan terbanyak pembalap F1 sepanjang sejarah. Sekarang rekor ini masih dipegang oleh Schumacher: 91 kemenangan. Hanya saja, Hamilton hanya berselisih delapan kemenangan dari sang seniornya. Jadi jika tak ada aral melintang, Hamilton bisa menyamai bahkan melampaui rekor Schumacher pada musim 2020

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?