F1

Pembalap F1: Motor MotoGP Luar Biasa

DBasia.news – Layaknya magnet, roda dua memiliki daya tarik yang mampu memikat banyak orang. Tidak hanya dari kalangan masyarakat umum saja, para pembalap Formula 1 juga turut tertarik dengan dunia roda dua.

Sebut saja seperti Sebastian Vettel. Mantan pembalap Ferrari itu nyatanya memiliki kenangan manis bersama motor klasik BMW R 51/3 yang didapatnya dari kakeknya. Bahkan Vettel rela merestorasi sendiri motor bersejarah itu.

Virus roda dua tidak hanya menjangkiti Vettel saja. Mantan rekan satu timnya, Kimi Raikkonen juga memiliki hobi yang sama. Pria yang dijuluki Iceman ini tercatat memiliki koleksi motor custom dan sempat mengikuti kejuaraan MXGP World.

Tidak ketinggalan, pembalap Aston Martin, Lance Stroll juga memiliki kegemaran serupa. Terbukti Stroll rela mengoleksi motor-motor mahal hanya demi menunjukkan rasa cintanya terhadap dunia roda dua.

“Saya memiliki beberapa motor, tetapi sayangnya tahun ini saya jarang memiliki waktu luang untuk menggunakannya. Ada berbagai macam tipe, contohnya saya punya Harley Davidson yang saya gunakan dengan nikmat ketika cuaca cerah dan saya merasa tenang. Mengendarai motor hanya untuk bersenang-senang dan saya tidak perlu melaju cepat,” jelas Stroll dikutip dari speedweek.com.

“Itulah sebabnya saya juga memiliki Ducati yang lebih sporti. Dengan motor ini kamu bisa melalui tikungan dengan lebih cepat. Saya sudah pernah menggunakannya di lintasan beberapa kali, tetapi kami menghabiskan banyak waktu di tikungan slope, jadi di beberapa tahun ini jarang digunakan. Roda dua merupakan hobi saya,” lanjut pembalap berumur 23 tahun itu.

Peraih gelar juara musim 2005 dan 2006, Fernando Alonso ternyata juga menjalani hobi roda dua. Pembalap yang kini berusia 40 tahun itu bahkan memiliki pengalaman unik terkait hobinya ini.

“Saya sebenarnya memiliki Harley dan Ducati, tetapi pengalaman terbaik saya di roda dua terjadi saat di Sirkuit Motegi ketika saya diizinkan mengendarai motor MotoGP bersama Marc Marquez. Sangat mengagumkan melihat apa yang bisa dilakukan motor itu,” kata Alonso.

“Saya tidak sampai merebahkan siku, hanya lutut saja, meskipun saat itu saya ingin sekali melakukannya untuk sekedar mengesek wearpack, karena berarti saya benar-benar bisa merebah. Namun saya merasa sangat takut,” tutupnya.