DBAsia News

Pembalap F1 Disarankan Punya Pelatih Mental

Sir Jackie Stewart


DBasia.news –  Tiga kali juara dunia Formula 1, Sir Jackie Stewart, meyakini bahwa pembalap-pembalap top F1 seharusnya memiliki pelatih atau mentor untuk membangun mental.

Dalam dunia motorsport, sudah menjadi hal yang umum bagi pembalap untuk berlatih fisik dan memulihkan kebugaran dengan bantuan dari tenaga profesional seperti pelatih pribadi dan ahli gizi.

Akan tetapi, Stewart menilai masih ada satu hal yang sering dilupakan oleh banyak pembalap modern F1, yakni pelatihan mental.

“Sampai saat ini saya masih belum bisa paham. Pembalap sekarang begitu cerdas sampai-sampai mereka merasa tidak perlu mendapat pelatihan. Ini benar-benar salah,” kata Stewart.

“Menurut saya tidak ada satupun pembalap yang bisa tampil di level tertinggi mereka, tanpa bantuan atau nasihat dan pengamatan yang mungkin tidak pernah mereka pikirkan sebelumnya.

“Anda bermain ski, golf, tenis, berkuda, apapun itu, dan pelatih merupakan salah satu hal yang terpenting.

“Sekarang mereka [pembalap F1] memiliki badan yang fit, dan mereka punya pelatih untuk urusan fisik. Tapi tidak secara mental, dan menurut saya itu jelas salah.”

Stewart, juara dunia pada 1969, 1971, dan 1973, melakoni debutnya pada 1965, bersama BRM. Kala itu, ia sudah mampu mencetak podium pada penampilannya yang kedua dan akhirnya bertengger di peringkat ketiga dalam klasemen akhir.

Dalam dua musim pertamanya, Stewart disandingkan dengan dua kali juara dunia, Graham Hill. Namun ia mengaku juga mendapat wejangan dari rival-rivalnya.

“Saya haus akan pengetahuan jadi saya belajar dari banyak orang, dan saya beruntung bisa berbincang dengan Jim Clark,” ujarnya. “Dia adalah pembalap terbaik yang pernah saya hadapi.

“Kami berbagi satu apartemen dan menghabiskan waktu bersama. Saya tidak pernah berhenti mencari tahu hal-hal baru dari dia yang mungkin waktu itu belum saya sadari kegunaannya.

“Graham juga tidak pernah setengah-setengah dalam menjawab pertanyaan saya. Baik itu soal setingan mobil ataupun soal titik pengereman dan gigi berapa yang dia gunakan.

“Sekarang data telemetri memberi gambaran yang jelas. Jadi andai saja mereka mendengar apa yang dikatakan pelatih, mungkin mereka akan melihat perbedaanya,” tuturnya.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?