Pelatih Jonatan Christie Angkat Suara Soal Perubahan Regulasi BWF

Jonatan Christie

DBasia.news –  Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie tidak bisa tampil dalam BWF World Tour Final di Guangzhou, China. Hal ini karena Jonatan tidak memiliki poin yang cukup.

Jonatan saat ini hanya menempati peringkat ke-11 klasemen. Dicoretnya perolehan poin pada Korea Masters 2018 yang berlangsung pada 27 November membuat peraih medali emas Asian Games 2018 itu dipastikan tak bisa tampil.

BWF secara mendadak mengubah regulasi poin pada Korea Masters 2018. Hasil turnamen tersebut tak berpengaruh pada penambahan poin. Protes bermunculan tentang sikap BWF tersebut, tetapi pelatih tunggal putra Indonesia, Hendry Saputra, tak ingin ambil pusing.

“Tidak apa-apa jika Korea Masters 2018 tak dihitung poinnya (ke WTF Race to Guangzhou), karena sudah diputuskan,” ujar Hendry.

Bagi Hendry, tak masalah Jojo tak lolos ke World Tour Finals. Fokus PBSI saat ini memang hanya Olimpiade Toky0 2020.

“Untuk Jonatan, kami harus fair, karena poinnya memang tidak masuk. Saat ini yang terpenting adalah mengumpulkan poin untuk Olimpiade Tokyo 2020,” tutur Hendry.

Indonesia baru memastikan satu wakil dari sektor tunggal putra lewat Tommy Sugiarto. Adapun nasib Anthony Sinisuka Ginting yang sebelumnya berada di ujung tanduk sudah bisa bernafas lega karena berhasil lolos.