DBAsia News

Nama-nama Ini Diyakini Bakal Meredup di MotoGP 2019

Jorge Lorenz


DBasia.news –  Putaran pertama MotoGP 2019 di Sirkuit Losail, Qatar, tinggal menghitung hari. Ada yang berhasil meningkatkan performa. Ada pula yang sukses mempertahankan hasil musim lalu. Tapi tentu ada juga pembalap yang mengalami penurunan.

Ya, karena berbagai alasan, dari pindah tim, persaingan yang semakin kompetitif, persiapan diganggu cedera, nama-nama pembalap di bawah ini diprediksi bakal meredup di MotoGP 2019.

1. Jorge Lorenzo

Kemampuannya tidak bisa diragukan lagi. Dia merupakan juara dunia MotoGP tiga kali (2010, 2012, dan 2015) dan meraih semua gelar bersama tim berlambang garpu tala, Yamaha.

Ketika keluar dari zona nyaman bersama Yamaha dan gabung Ducati mulai MotoGP 2017, Jorge Lorenzo juga berhasil menyumbangkan tiga kemenangan. Meski pada akhirnya ia keluar tanpa merasakan gelar juara dunia.

Musim 2019, ia memiliki tantangan lebih berat lagi: bersinar bersama Repsol Honda. Tugas sulit mengingat selama ini motor Honda RC213V begitu identik dengan sosok Marc Marquez.

Lebih dari itu, Lorenzo juga menuju MotoGP 2019 setelah melakukan dua kali operasi. Karena operasi ini, ia harus melewatkan sesi tes pra-musim di Sirkuit Sepang, Malaysia.

Tidak bisa dimungkiri, dari sudut pandang kesiapan, kini ia jauh tertinggal dari pembalap lain. Jika gagal mengejar ketinggalan ini, perjuangan Lorenzo bisa sangat sulit musim ini.

2. Johann Zarco

Sampai sekarang satu-satunya pembalap yang bisa juara dunia kelas Moto2 sebanyak dua kali (2015 dan 2016) dan diraih dalam kurun waktu dua tahun berturut-turut.

Ketika naik kelas ke MotoGP musim 2017 bersama Monster Yamaha Tech 3, Johann Zarco pun langsung menarik perhatian. Total dua musim bersama Tech 3 ia bisa menghasilkan enam podium.

Tapi di MotoGP 2019, tantangan berat harus dihadapi Zarco. Dia gabung KTM, pabrikan besar, namun belum memiliki proyek MotoGP yang menjanjikan.

Praktis sepanjang musim ini, Zarco akan lebih banyak menghabiskan waktu untuk beradaptasi terhadap motor dan membantu tim mengembangkan motor. Sangat disayangkan mengingat pembalap ini punya bakat besar.

3. Andrea Iannone

Siapa yang berani meremehkan bakat seorang Andrea Iannone. Ketika dipercaya mengendarai motor pabrikan Ducati, ia bisa merasakan tujuh podium dan satu kemenangan.

Kemudian ketika didepak lantaran hubungan buruk dengan Andrea Dovizioso dan ditampung Suzuki, Iannone kembali membuktikan bisa kompetitif dengan naik podium empat kali musim lalu.

Namun sekali lagi, Iannone harus menjalani perjuangan dari nol di MotoGP 2019. Masalahnya tim barunya, Aprilia juga bukan berstatus tim pabrikan papan atas.

Ditambah Iannone sering kali menodai karier balapnya dengan hal non teknis. Jika gagal bersinar bersama Aprilia, karier pembalap asal Italia ini bisa semakin meredup lagi.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?