MotoGP Indonesia di Mandalika Bukan Hanya Sekadar Adu Kencang

DBasia.news –  Abdulbar Mansoer selaku Direktur Indonesian Toursim Development Corporation (ITDC) memastikan MotoGP Indonesia yang berlangsung di Sirkuit Mandalika mulai 2021 tak hanya menjadi ajang adu kencang.

Pengelola akan memberikan pengalaman baru kepada pengunjung dan pembalap dengan menjadikan Kawasan Mandalika sebagai destinasi sport tourism.

Sebannyak 16 ribu kamar hotel, satu convention center, 27 hole lapangan golf, taman bermain, dan kawasan komersial disiapkan ITDC sebagai penunjang MotoGP Indonesia.

Selain itu, Sirkuit Mandalika nantinya akan memiliki panjang 4,32 km dengan 18 tikungan. Layout Sirkuit Mandalika juga tidak akan mengikuti desain jalanan umum seperti Monte Carlo atau Marina Bay. Ini yang menjadi pembeda venue MotoGP Indonesia dengan kedua sirkuit tersebut.

“Ketika semua infrastruktur selesai, kami ingin para pengunjung yang datang ke Mandalika bisa mendapat pengalaman baru dengan atau tanpa balapan di dalam pikiran mereka,” ujar Abdulbar dikutip dari TTG Asia.

Demi mewujudkan MotoGP Indonesia, ITDC harus menyiapkan dana sebesar sembilan juta euro atau Rp 143 miliar setiap tahunnya.

Jumlah tersebut bakal digunakan untuk membayar hak cipta dan lisensi penyelenggaraan MotoGP per tahun. Biaya tersebut baru akan dibayarkan saat MotoGP 2021 bergulir. “Harga 9 juta Euro itu per tahun. Itu biaya penyelenggaraan termasuk licence, copyright. Kita tahunya sudah beres. Mereka (Dorna) datangkan timnya sendiri,” ujar Abdulbar