Mercedes Ternyata Masih Kecewa Bottas Gagal Menang GP Azerbaijan

Toto Wolff

DBasia.news – Team principal Mercedes, Toto Wolff, mengaku dibuat syok kala Valtteri Bottas gagal memenangi GP Azerbaijan akibat melindas puing-puing di tengah lintasan.

Bottas sempat memimpin jalannya balapan di Baku ketika tinggal menyisakan tiga lap. Kemenangan itu nampak sudah di depan mata. Namun nahas, pembalap Finlandia tersebut melindas puing-puing bekas dari insiden senggolan antara Kevin Magnussen dan Pierre Gasly tak lama setelah restart Safety Car.

Akibatnya, Bottas mengalami pecah ban sebelah kanan-belakang, memaksanya tersingkir dari balapan. Ini juga memupus harapannya untuk bisa menyodok ke posisi teratas dalam klasemen.

“Baku membuat saya syok,” ungkap Wolff, menceritakan kembali jalannya musim 2018 seperti dikutip dari Motorsport.com. “Saya sangat kesal dan kecewa dengan manuver yang mereka lakukan.

“Duel Magnussen melawan Gasly benar-benar gila, dan seharusnya itu dihukum berat. Kemudian ada puing-puing akibat pertarungan bodoh itu. Ini yang menggagalkan kemenangan Bottas. Disayangkan, sangat disayangkan. Ini adalah salah satu momen terburuk buat saya sepanjang tahun.”

Wolff melanjutkan, rentetan nasib sial yang dialami Bottas pada awal musim menjadi alasan mengapa pembalapnya tersebut tampak tertatih di sisa-sisa ronde.

Sebelum insiden Baku, peluang kemenangan Bottas di Tiongkok sirna setelah munculnya Safety Car. Bottas juga dianggap pantas menjadi pemenang di Bahrain, balapan kedua tahun ini.

“Menurut saya, dia yang seharusnya menjadi pemenang di tiga balapan tersebut. Dia bisa nyaman memimpin klasemen setelah Baku,” tambahnya.

“Saya pikir, sebagai pembalap, ketika Anda sudah tidak bisa lagi terlibat dalam pertarungan gelar, itu menjadi perasaan yang sangat sulit untuk diterima.

“Anda bisa melihatnya, ketika Valtteri harus memberikan jalan kepada Lewis – karena dia memiliki poin lebih banyak, ada semacam penurunan performa.

“Menurut saya hal seperti ini mempengaruhi setiap pembalap. Jadi, andai saja dia masih dalam perburuan gelar, itu yang akan menjadi pembeda.”