Mental Tunggal Putri Jadi Sorotan Susy Susanti

Gregoria Mariska

DBasia.news –  Mental pemain tunggal putri Indonesia dikeluhkan oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti. Susy menilai Gregoria Mariska dkk. masih sering kalah melawan diri sendiri.

Susy mengakui saat ini sektor tunggal putri menjadi yang paling tertinggal. PBSI masih berjuang keras agar tunggal putri bisa mengejar ketertinggalan.

Kehadiran Rionny Mainaky sebagai pelatih tunggal putri diharapkan membawa angin segar. Susy juga masih turun memberi nasihat kepada para pemain.

“Saat ini tunggal putri yang harus ekstra kerja keras, makanya saya bawel ngomong terus, bukan menganakemaskan tunggal putri, tapi saya mau memacu semangat mereka. Saya bilang tidak terima. Kita bisa, bukannya enggak bisa, walaupun cuma satu orang. Tapi, bagaimana caranya menemukan yang satu orang ini,” kata Susy.

“Kami berharap pada Gregoria, tapi dia masih on-off, kadang bagus, kadang kalah dengan dirinya sendiri. Dia juga kurang menjaga badan. Dia harus disiplin sama diri sendiri,” sambungnya.

Susy juga mengungkapkan beberapa pemain yang sudah memiliki persiapan bagus saat latihan, tapi tidak bisa mengeluarkan kemampuannya saat bertanding.

“Sudah, tidak usah memikirkan apa-apa, nekat dulu di lapangan. Sampai saya bilang, apa perlu dikasih daging macan ya biar galak? Jangan kelemer-kelemer. Memang kita ini putri Timur, tapi kalau di lapangan kan bukan putri Timur lagi. Saya bilang ‘di depan kalian itu musuh, harusnya berpikir, dia atau saya yang mati? Harusnya berpikir seperti perang, kalau tidak melawan, ya kita yang akan mati’. Itu yang kami terapkan, saya sendiri juga gemas,” tutur Susy.

Peraih medali emas Olimpiade itu mengeluhkan mental tunggal putri yang lemah. Mereka seperti tidak memiliki daya juang saat berada di lapangan.

“Di lapangan itu harus kejar bola ke mana pun, mungkin ini sepertinya sepele, tapi kan kebiasaan. Mindset-nya harus diubah, sikapnya diubah,” ujar Susy Susanti.