Menilik Sejarah Lomba MotoGP di Qatar

MotoGP


DBasia.news –  Satu-satunya lomba yang berlangsung malam hari di kalender balap MotoGP, Sirkuit Losail, Qatar, kembali berstatus putaran pembuka, 10 Maret ini.

Qatar sendiri kali pertama masuk kalender MotoGP pada tahun 2004. Kemudian dimulai musim 2007, lomba ini berstatus putaran pertama dan sejak 2008, MotoGP Qatar mencetak sejarah sebagai lomba pertama yang digelar malam hari!

Meski digelar malam hari, temperatur dan kelembaban di Qatar begitu tinggi. Inilah tantangan yang akan dihadapi Valentino Rossi dan kawan-kawan akhir pekan ini.

Bila berbicara sejarah, pembalap Yamaha begitu dominan setiap kali berlomba di Losail. Hanya saja pembalap pertama yang berhasil menang di sini adalah rider Telefonica Movistar Honda MotoGP: Sete Gibernau pada tahun 2004.

Butuh tujuh tahun lamanya sebelum ada pembalap Honda lagi bisa menang di Losail yaitu Casey Stoner musim 2011. Kemudian sejak kemenangan Marc Marquez edisi 2014, tercatat belum pernah ada lagi pembalap Honda bisa finis pertama di Qatar.

Sebaliknya Yamaha. Pembalap dari tim berlambang garpu tala meraih kemenangan di sini sebanyak delapan kali. Valentino Rossi jadi penyumbang kemenangan terbanyak. Rinciannya 2005, 2006, 2010, dan 2015.

Setelah Yamaha, menguntit Ducati dengan empat kemenangan. Stoner sempat membawa Ducati selalu tercepat di MotoGP Qatar selama tiga musim berturut-turut: 2007-2009.

Lalu Andrea Dovizioso menyudahi puasa panjang kemenangan pabrikan asal Italia ini di Losail pada edisi musim lalu.

Menariknya pembalap yang telah merasakan tiga kemenangan MotoGP Qatar (2012, 2013, dan 2016), Jorge Lorenzo kini merapat ke Honda. Hanya saja, ia tidak akan berlomba dalam kondisi fisik 100 persen fit akhir pekan ini.

Jadi siapa favorit di lomba MotoGP Qatar 2019? Jika melihat rekam jejak selama tes pra-musim, pembalap Ducati dan Yamaha berstatus unggulan. Tapi sebuah kesalahan besar menganggap remeh sang juara dunia musim lalu: Marquez.