Mengenal Ashleigh Barty, Juara Roland Garros yang Pernah Mencicipi Kriket

Ashleigh Barty

DBasia.news –  Ashleigh Barty, petenis asal Australia menambah daftar banyaknya petenis putri yang bisa merasakan titel gelar Grand Slam.

Pada partai final Prancis Terbuka atau yang dikenal Roland Garros, Barty mengalahkan petenis non unggulan asal Republik Ceko, Marketa Vondrousova dengan skor 6-1, 6-3.

Barty pun mencatat sejarah. Di usianya yang masih 23 tahun, ia berhasil meraih titel Grand Slam pertamanya, sekaligus berstatus petenis wanita pertama asal Australia yang mampu mengangkat trofi Roland Garros sejak kemenangan Margaret Court pada tahun 1973.

Tidak hanya itu, Barty menambah panjang tren banyaknya petenis wanita yang merasakan gelar Grand Slam untuk kali pertama. Praktis sepuluh edisi terakhir Grand Slam dimenangkan sembilan petenis berbeda dan enam di antaranya berstatus baru sekali menjadi juara.

Namun siapa sangka, sebelum meraih sukses di Prancis Terbuka, Barty ternyata sempat berhenti sejenak berkarier di tenis untuk menjadi atlet kriket profesional. Ya, lahir di Ipswich, Queensland, Barty mulai bermain tenis pada usia empat tahun. Dia memiliki karier junior yang menjanjikan.

Mengikuti berbagai turnamen dan meraih kesuksesan di usia muda menjadi modal untuknya di masa depan. Namun pada akhir musim 2014, Barty memutuskan untuk istirahat sejenak dari tenis. Selama istirahat, Barty beralih ke olahraga kriket dan menandatangani kontrak untuk Brisbane Heat di Liga Big Bash Wanita.

Namun 17 bulan kemudian Barty kembali ke tenis. Pada tahun 2017, Barty memenangkan gelar WTA pertamanya di Malaysia Terbuka dan naik ke peringkat 17 dunia, posisi terbaiknya sejak berkarier di tenis profesional.

Kurun waktu dua tahun ke depan, kariernya terus menanjak. Dia merupakan juara WTA Elite Trophy 2018, kemudian Miami Open 2019, dan puncaknya Prancis Terbuka atau Roland Garros.

Kini Barty membuktikan, keputusannya untuk fokus ke tenis dan meninggalkan kriket sebuah keputusan tepat. “Tentu saja itu (sempat berkarier di kriket) merupakan bagian dari kehidupan yang saya butuhkan,” kata Barty.

“Saat ini saya merasa, telah memilih jalan terbaik dan semakin baik, saya meraihnya setelah come back (dari tenis ke kriket),” tambahnya.

Berkat sukses di Roland Garros, Barty menempati urutan dua dunia. Poinnya sudah mencapai 6.350 atau hanya berselisih tipis dari petenis nomor satu dunia yang masih dipegang Naomi Osaka: 6.486.