Melihat Remy Gardner Kehilangan Kursi di MotoGP 2023, Sang Ayah Meradang

DBasia.news – Pembalap KTM Tech3, Remy Gardner, dipastikan akan kehilangan kursi pada MotoGP 2023. Melihat kondisi seperti ini, sang ayah Wayne Gardner, pun meradang.

Namun, Remy Gardner langsung memberi pembelaan untuk manajernya, Paco Sanchez. Sebab, sang ayah menuding Paco Sanchez sebagai penyebab dirinya kehilangan kursi di MotoGP tahun depan.

Seperti diketahui, masa depan Remy di MotoGP tahun depan masih menjadi tanda tanya. Sebab, dia menjalani musim debutnya di kelas utama pada musim ini dengan buruk.

Remy sendiri sudah dipastikan didepak dari KTM. Pasalnya, tim asal Austria itu menunjuk Jack Miller untuk menemani Brad Binder di kursi tim pabrikan mulai 2023.

Di sisi lain, timnya saat ini, Tech3, telah bergabung dengan tim pabrikan anyar yang akan debut tahun depan, yakni GasGas. Tim yang dikepalai oleh Herve Poncharal itu sudah merekrut Pol Espargaro sebagai pembalap mereka.

Sebenarnya, masih ada satu kursi kosong di GasGas. Namun, kemungkinan besar bukan pembalap asal Australia itu yang mendapatkannya karena mereka digosipkan ingin mempromosikan pemimpin klasemen sementara Moto2 2022, Augusto Fernandez.

Sang ayah, Wayne, yang merupakan juara dunia kelas 500 cc 1987, pun menyalahkan nasib buruk yang menimpa anaknya itu kepada Sanchez. Menurutnya, Sanchez kurang berkompeten bekerja sebagai seorang manajer sehingga Remy kehilangan tempat di MotoGP.

Akan tetapi, Remy tak setuju dengan kritik pedas yang diucapkan sang ayah kepada manajernya itu. Juara Moto2 2021 itu pun memberikan pembelaan kepada Sanchez yang menurutnya sangat profesional dan bukan penyebab dirinya didepak tak mendapat kursi di kelas utama tahun depan.

“Saya sangat menyesal atas kata-kata Wayne Gardner terhadap manajer saya @PacoSanchez_ZSM,” tulis Remy lewat Twitter-nya, @GardnerRemy, Minggu (11/9/2022).

“Paco tidak bertanggung jawab atas keluarnya saya dari KTM, dan saya sepenuhnya percaya pada profesionalisme dan kejujurannya. Bersama-sama kita akan menemukan proyek baru untuk terus menikmati olahraga yang sangat saya cintai ini,” imbuhnya.

Sebelumnya, Wayne menyatakan kritik pedas kepada Sanchez juga lewat Twitter-nya, @TheWayneGardner, pada Senin 5 September 2022. Dia terang-terangan menyebut Sanchez sebagai manajer yang kurang berkompeten dan berperilaku konyol dengan KTM sehingga anaknya kehilangan tempat di MotoGP.

“Akhirnya paddock GP memperlihatkan Paco tentang kebohongannya yang terang-terangan dan keterampilan manajemennya yang tidak kompeten yang sayangnya telah mengorbankan karier Remy Gardner di MotoGP,” cuit Wayne.

“Sangat menyedihkan melihat masa depan Remy di MotoGP akan berakhir pada 2022 karena perilaku konyol manajernya Paco Sanchez dengan KTM. Remy memiliki bakat dan potensi untuk menang, tetapi dia membutuhkan banyak perubahan di lingkaran dalam tim manajemen dan area lainnya,” tambahnya.