DBASIA Network

Martin Brundle Nilai Mercedes Sedang Tidak Baik-baik Saja

DBasia.news – Eks pembalap sekaligus komentator F1, Martin Brundle menilai situasi Mercedes setelah GP Bahrain. Menurutnya situasi panas sedang terjadi pada tim yang bermarkas di Brackley, Inggris Raya ini.

Wajar kiranya, sebab pada balapan pembuka musim 2023 ini, Mercedes berhasil dipermalukan oleh para kompetitornya. Keduanya pembalapnya hanya mampu merebut posisi kelima dan ketujuh.

Tidak hanya dari posisi pembalap saja, Mercedes juga harus menanggung kegagalan total dalam klasemen konstruktor. Pasalnya tim berjuluk Silver Arrow ini mampu dikalahkan oleh tim papan tengah, Aston Martin.

Banyak pihak yang menilai kegagalan Mercedes akibat langkah sensasional yang dilakukan Toto Wolff. Sebelumnya Wolff sempat menyinggung Mercedes telah mengadopsi konsep baru di mobil mereka.

Hal ini didukung oleh pemberitaan dari media otomotif ternama asal Jerman, AMuS. Dikabarkan Mercedes memiliki dua konsep baru dalam pengujian wind tunnel mereka.

“Bagi saya terlihat seperti Mercedes berada di arah yang salah sejak 2022 dan menolak untuk berbalik arah. Bahkan Lewis Hamilton dan Toto Wolff secara terbuka mengekpresikan kekecewaannya di beberapa poin di akhir pekan, padahal normalnya mereka hanya memuji kerja tim di Brackley dan Brixworth,” ucap Martin, dikutip dari crash.net.

“Pastinya saat ini tim sedang dalam situasi tegang. Harus ada kualitas di sana untuk mengarahkan situasi dan oksigen agar kepala menjadi lebih tenang”.

“Lalu konsep zero-sidepod yang selama ini bergaung tidak lagi menjadi ucapan yang ingin didengar oleh mereka lagi. Namun berubah menjadi mantera untuk mengubah arah dengan melangkah mundur sebelum mengerjakan dan memahami filosofi baru soal aerodinamika,” tambahnya.

Kondisi ini diyakini turut mengubah pendekatan Mercedes akan publikasi pemberitaannya. Martin memprediksi, Mercedes tidak akan lagi bermulut manis di hadapan jurnalis seperti yang dilakukannya pada musim lalu. Mereka akan berubah dengan lebih frontal dalam menyampaikan segala permasalahan yang dihadapi.

Sebagai catatan di musim 2022, Mercedes juga mengalami masalah besar karena permasalahan porpoising. Namun pemberitaan masalah itu kerap kali diredam oleh komentar positif Lewis Hamilton dan timnya.

“Mereka secara dogmatis merubah Mercedes menjadi mobil lambat musim lalu, tetapi saya tidak melihat atau mendengar hasrat dari Mercedes untuk melakukan hal itu lagi di tahun yang akan datang,” tandas Martin.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?