Manajer klaster SEA Games akan lakukan survei ke Vietnam pekan depan

DBasia.news – Tiga manajer klaster SEA Games, yang berada di bawah tim Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia pada SEA Games 2021, akan bertolak ke Vietnam untuk melakukan survei lapangan pada 11-14 April.

Manajer untuk klaster 2 SEA Games Vietnam, Andri Paranoan, kepada Antara, Jumat, mengatakan survei yang dilakukan oleh tiga manajer klaster tersebut terkait dengan persiapan kontingen Indonesia.

Tim CdM telah memetakan wilayah SEA Games Vietnam dalam tiga klaster cabang olahraga berdasarkan geografis lokasi pertandingan masing-masing cabang olahraga.

“Survei ini kan bukan hanya klaster 2, tapi klaster 1, 2 dan 3,  semuanya akan survei. Polanya sama, semuanya menyiapkan kebutuhan kontingen,” ujar Andri, yang menangani 15 cabang olahraga dalam klasternya yang mencakup wilayah bagian utara Vietnam.

Survei lapangan yang akan dilakukan manajer klaster tersebut juga terkait dengan tempat tinggal yang telah disiapkan oleh Panitia Penyelenggara SEA Games Vietnam (VISGOC).

“Kita tinggal meyakinkan saja kalau tempatnya di sini kelayakannya seperti apa, itu yang nanti akan kita informasikan kepada cabang olahraga, supaya cabang olahraga ini menyiapkan semuanya, dalam kondisi yang terburuk nantinya,” kata Andri.

“Terkait dengan pola dukungan untuk NOC Guest, untuk tim pendukung, itu juga akan kita carikan nanti lokasi-lokasinya yang tidak terlalu jauh dengan ‘venue-venue’ pertandingan.”

Dalam surveinya, para manajer klaster juga akan mencari tahu soal lingkungan Vietnam, antara lain masyarakat di sana dalam hal komunikasi bahasa, jarak tempuh dari pusat kota menuju klaster, juga termasuk tempat makan halal.

“Nanti laporannya kita akan jabarkan ke tim CdM, nanti tim CdM menyampaikan kepada pengurus besar masing-masing cabang olahraga,” ujar Andri.

Terkait tempat tinggal atlet, Andri menambahkan bahwa nantinya masing-masing cabang olahraga akan ditempatkan pada satu hotel bersama dengan tim dari kontingen negara lain.

“Jadi karena polanya pola klaster, karena mereka tidak ada yang namanya ‘athletes village’, jadi polanya hotel per hotel untuk cabang olahraga,” kata Andri.

Kontingen Indonesia berkekuatan 738 personel yang terdiri atas 476 atlet, 207 ofisial, dan 55 tenaga pendukung. Indonesia akan berkompetisi pada 31 cabang olahraga, yaitu angkat besi, atletik, balap sepeda, bulu tangkis, karate, menembak, panahan, pencak silat, renang, senam artistik, taekwondo, wushu, kano, rowing, anggar, boling, catur, esport, gulat, jujitsu, judo, kickboxing, selam, sepak bola putra, sepak takraw, tenis, tinju, triathlon, voli indoor, voli pantai, basket, vovinam, serta golf.