F1

Lewis Hamilton Selamatkan Muka Mercedes

Lewis Hamilton

DBasia.news –  Bos Mercedes, Toto Wolff, mengakui kesalahan timnya dan mengatakan bahwa mereka diselamatkan oleh Lewis Hamilton pada balapan Formula 1 GP Monako.

Start dari pole, Hamilton masih memegang pimpinan ketika Safety Car diterjunkan di awal balapan untuk membersihkan serpihan mobil Charles Leclerc yang terlepas akibat insiden di La Rascasse.

Saat melakukan pit stop, sang juara bertahan itu beralih ke kompon medium, sedangkan tiga pembalap di belakangnya memilih kompon hard yang lebih tahan lama.

Dengan kompon yang lebih cepat aus, Hamilton lantas harus mati-matian mengelola bannya selama 67 lap berikutnya. Hamilton pun beberapa kali melontarkan kekhawatirannya di radio.

Kendati demikian, pembalap Inggris Raya itu tetap kokoh di posisi pertama hingga bendera finis, meski sebelumnya harus menahan serangan tak terduga dari Max Verstappen di sisa dua lap terakhir.

Wolff mengakui bahwa timnya telah membuat kesalahan dengan memilih kompon medium. Namun, ia bersyukur karena Hamilton berhasil menyelamatkan skuat Panah Perak.

“Saya baru saja berbincang dengan [ahli strategi] James [Vowles] dan tentu saja itu adalah keputusan yang salah,” kata Wolff.

“Kami mengira ban itu bisa bertahan hingga akhir tetapi ternyata tidak. Dia [Hamilton] menyelamatkan kami. Kemampuan balap dia menyelamatkan kami. Ini adalah sesuatu yang perlu kami analisis lagi.”

Kecelakaan atau finis

Usai balapan, Hamilton membenarkan bahwa dirinya tidak pernah mempertimbangkan masuk ke pit untuk kedua kalinya.

Hamilton mengaku teringat dengan kejadian empat tahun silam, ketika ia harus merelakan trofi juara kepada rekan setimnya waktu itu, Nico Rosberg, akibat melakukan pit stop tambahan.

“Saya memang tidak pernah berpikir akan masuk [ke pit]. Beberapa tahun yang lalu, saya sedang memimpin balapan, lalu masuk ke pit, dan saya kalah. Itu menjadi pelajaran yang sulit buat saya,” ujar Hamilton, merujuk pada balapan GP Monako 2015.

“Saya tidak pernah berpikir untuk masuk. Saya hanya punya pilihan kecelakaan atau finis. Saya membalap dengan ban yang ‘kosong’, Anda bisa melihat seberapa besar understeer yang harus saya atasi. Mobilnya seperti tidak berbelok.

“Pada akhirnya, ini adalah ban yang salah. Namun begitu, tim telah bekerja dengan luar biasa. Apa yang kami capai dalam enam balapan pertama ini benar-benar hebat.”