F1

Ketika Vettel Tidak Dicintai Tifosi Lagi

DBasia.news –  Cara seorang pembalap dicintai tifosi-sebutan fan dalam bahasa Italia, tim Scuderia Ferrari sangat simpel. Cukup memenangkan lomba di Monza, home race tim Ferrari, maka tifosi mengelu-elukan nama Anda.

Sayangnya hal ini belum bisa dilakukan Vettel selama memperkuat Ferrari. Ya, ia merupakan pemenang GP Italia 2011, 2013, dan 2013. Namun semua diraih ketika masih memperkuat Toro Rosso dan Red Bull.

Pada edisi terkini, GP Italia, akhir pekan lalu, nasib Vettel kembali sial di Monza. Mobilnya melintir di sektor chicane Ascari pada lap 6 saat menempati urutan empat.

Ketika kembali ke trek dengan terburu-buru, ia menyenggol Lance Stroll yang menyebabkan Vettel mendapat penalti 10 detik stop-go. Muaranya ia terpuruk di urutan 13 pada penghujung lomba.

Pada momen sama, rekan setimnya, Charles Leclerc justru secara berkelas mengalahkan duet Mercedes: Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas untuk finis pertama. Leclerc pun menghadirkan kemenangan pertama di Monza untuk Ferrari dan tifosi sejak keberhasilan Fernando Alonso musim 2010.

Tidak bisa dimungkiri, kini hanya ada nama Leclerc di dalam hati tifosi Ferrari. Sebaliknya buat Vettel. Juara dunia F1 empat kali ini merasakan tekanan luar biasa. Pasalnya rekan setimnya yang baru menjalani musim perdana bersama Ferrari, sudah merasakan dua kemenangan musim 2019. Sedangkan Vettel belum sama sekali.

Tidak bisa dimungkiri, kini Vettel berada dalam titik terendah pada kariernya. Sekarang ia dihadapkan fakta bahwa sejak memperkuat Ferrari musim 2015, pembalap asal Jerman ini selalu gagal juara dunia. Lebih dari itu, sosok Leclerc juga semakin membuatnya tertekan.

Oleh karena itulah, CEO Ferrari, Louis Camilleri sampai berujar tim harus membantu Vettel melewati periode suit ini. “Seb (Vettel), kami harus mengangkat semangatnya,” kata Camilleri.

“Dia seorang pembalap fantastis dan saya sangat percaya diri, Seb bisa kembali kompetitif,” lanjutnya.