DBAsia News

Juara Baru Lahir di ONE Championship di Manila

Joshua


DBasia.news –  Ajang ONE Championship di Manila, Filipina kembali memberikan hasil yang mengejutkan. Dua pertandingan perebutan gelar juara dunia pada Jumat (12/4) malam, menghasilkan juara baru di divisi strawweight.

Pada babak utama gelaran yang berjudul ONE: ROOTS OF HONOR ini, juara dunia ONE Featherweight Martin “The Situ-Asian” Nguyen berhasil mempertahankan sabuknya melawan penantangnya, mantan juara dunia asal Mongolia, Narantungalag “Tungaa” Jadambaa.

Sebelum itu, Joshua “The Passion” Pacio kembali menjadi juara dunia ONE Strawweight setelah mengalahkan lawannya, Yosuke “The Ninja” Saruta, yang sempat merebut titel itu di Jakarta Januari kemarin.

Pada babak utama, Martin mengalahkan Narantungalag beberapa saat setelah menit pertama di ronde kedua untuk mempertahankan gelarnya. Keduanya sempat bertukar pukulan ketika Narantungalag terpaksa mundur ke arah dinding ring dan keadaan ini dimanfaatkan oleh “The Situ-Asian,” yang melakukan tendangan lutut yang mirip dengan gerakan di film-film ke arah kepala lawannya.

Dalam waktu hanya 67 detik di babak kedua, Martin berhasil mempertahankan gelarnya dengan sukses dan membuktikan janjinya untuk menang dengan KO. Kemenangan malam itu menambah jumlah rekor profesionalnya menjadi 12-3, dimana ia mengirimkan pesan untuk calon lawan berikutnya.

“Ini adalah divisi milik saya – titik. Itu saja,” kata Martin singkat seusai pertandingan.

Pada pertandingan sebelumnya, Joshua merebut gelar juara dunia ONE Strawweight dari rivalnya Yosuke – yang sempat mengambil sabuk emas dari tangannya pada ajang ONE: ETERNAL GLORY di Jakarta – melalui KO pada menit 2:43 di ronde keempat.

Dengan dukungan para penonton di Mall of Asia Arena, Manila, Joshua membuka ronde pertama dengan tendangan memutar ke badan Yosuke. Petarung asal Jepang tersebut berhasil bertahan dan menjatuhkan Joshua dengan takedown, tetapi ia tidak dapat mempertahankan posisi di atas kanvas terlalu lama.

Petarung Filipina yang menguasai wushu ini menunggu waktu yang tepat untuk menyarangkan tendangan andalannya. Atlet berumur 23 tahun ini melepaskan sebuah tendangan ke kepala lawan tepat ketika Yosuke maju dengan pukulan kanannya – dan seketika menghempaskannya ke kanvas sebelum wasit mengakhiri pertandingan.

Kememenangan ini Joshua mengukir rekor 14-3 dan kembali merajai divisi strawweight. Ini kemenangan yang penting bagi Team Lakay, yang kehilangan empat gelar juara dunia dalam waktu tiga bulan saja.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?