Joan Mir Terkejut Dengan Kemajun Para Rivalnya Musim Ini

DBasia.news – Juara MotoGP 2020, Joan Mir, mengaku tak menyangka para rivalnya musim ini mampu menunjukkan peningkatan pesat dan mengungguli kecepatan motor Suzuki.

Beberap waktu lalu, Joan Mir mengeluhkan kurangnya peningkatan kinerja yang dibuat oleh Suzuki, sembari menyebut motor GSX-RR memiliki performa yang berbeda dengan saat ia merengkuh titel 2020, sehingga dianggap bakal membuatnya kesulitan untuk mempertahankan gelar.

Rider asal Spanyol itu baru mencetak tiga podium dari sembilan balapan pertama, semuanya posisi ketiga. Mir terpaut hingga 55 poin dari sang pemuncak klasemen sementara pebalap, Fabio Quartararo, jelang bergulirnya paruh kedua MotoGP 2021.

Pengembangan mesin yang dibekukan selama musim dingin, yang berarti membuat Suzuki tak bisa merombak motor GSX-RR secara total untuk musim 2021 ditengarai menjadi salah satu faktor merosotnya performa balap Mir.

Kendati demikian, Joan Mir tak mempercayai hal tersebut. Ia malah berpikir jika Suzuki kalah jauh dengan kemajuan yang dibuat oleh para rivalnya, yakni Yamaha, Ducati dan Aprilia.

“Ya, menurut saya, evolusi yang dibekukan tidak membantu kami. Tetapi itu tidak memperburuknya karena benar bahwa jika tak dibekukan, kami dapat meningkatkan mesin,” ucap Mir dilansir dari Motorsport.com.

“Tapi yang lain bisa memperbaikinya. Jadi, saya pikir itu lebih karena (Suzuki) tidak menemukan langkah besar untuk membuat motor lebih baik pada musim dingin ini. Saya kira ini adalah masalah sebenarnya. Biasanya, filosofi Suzuki adalah filosofi yang saya bagikan, karena mereka biasanya tidak membawa motor baru,” imbuhnya.

“Dalam tes pramusim, Anda melihat Honda, Yamaha, Ducati, juga Aprilia, KTM dengan motor yang berbeda. Dan Suzuki biasanya tidak pernah membawa motor baru. Mereka membawa sasis baru, lengan ayun baru, mesin, langkah demi langkah dan secara progresif mencoba membuat kemajuan di atas motor,” ia menjelaskan.

“Jadi, biasanya ini berhasil, tapi Anda harus membawa beberapa komponen. Juga, saya harus katakan bahwa saya tidak menyangka peningkatan besar dari pabrikan lain. Saya tidak mengiranya. Mungkin Suzuki juga. Ini mungkin membuatnya sedikit lebih sulit,” lanjut pebalap berusia 23 tahun itu.

Mir juga turut menepis anggapan bahwa kepergian sang Manajer Tim, Davide Brivio, telah membuat Suzuki mengalami masa sulit.

Ia pun menggantungkan harapan pada perangkat rear ride height adjuster di paruh kedua MotoGP 2021 nanti. Namun, timnya kalah langkah dari KTM yang sudah menggunakan sasis baru saat tampil di MotoGP Italia.

“Kami melihat di KTM adalah dorongan besar karena itu menunjukkan upaya sama, seperti yang dilakukan (Miguel) Oliveira dan (Brad) Binder (pada awal tahun), bahwa sekarang mereka ikut memperebutkan kemenangan,” tutur Mir.

“Kami sedikit kehilangan ini. Kami juga memulai musim babru dengan kerugian, yaitu ketika semuanya memiliki holeshot device dan kami tidak memiliki perangkat tersebut,” ia menambahkan.

“Jadi, untuk saat ini, akselerasi kami dalam posisi yang kurang menguntungkan. Mari kita lihat setelah kami semua punya perangkat yang sama dan kemudian Suzuki mulai membawa hal-hal baru menjadi lebih cepat, Kita lihat di mana kami akan berada. Saya kira kami akan menjadi kuat,” tukasnya.