Jelang Asian Para Games 2018, Susan Unggu Belajar dari Kesalahan

DBasia.news – Susan Unggu memiliki pengalaman pahit pada Kejuaraan Para Atletik 2018 di China. Saat itu, Susan didiskualifikasi karena tali pengikat dengan pendampingnya, Bangkit Theo Sanjaya, terlepas saat sprint.

Hasilnya, Susan Unggu pun berharap kejadian yang sama tidak terulang pada Asian Para Games 2018. Susan sedikit trauma dengan kesalahan tersebut.

Susan Unggu optimistis bisa menghindari kesalahan pada Kejuaraan Para Atletik 2018. Apalagi, kini dia telah memiliki tali pengikat yang sesuai standar.

“Mudah-mudahan saya tidak mengulang kesalahan di China Open 2018. Apalagi, saya sudah mendapatkan tali pengikat yang sesuai standar saat tampil di Asian Para Games 2018 nanti,” kata Susan Unggu.

Wanita kelahiran Tobelo, Maluku, 23 Oktober 1990 ini terus menjalani latihan serius mengingat waktu Asian Para Games 2018 semakin dekat. Susan yang sejak lahir tunanetra ini akan turun di nomor Lari 100 dan 200 M putri.

Susan Unggu memiliki prestasi cukup baik. Wanita berusia 27 tahun itu pernah memenangi medali perak nomor 100 M pada ASEAN Para Games 2017 di Kuala Lumpur.

Susan Unggu mengenal olahraga atletik di panti tunanetra Tobelo. Setelah itu, Susan pun meniti karier pada dunia atletik dan berharap bisa meraih prestasi terbaik pada Asian Para Games 2018.

“Saingan memang berat terutama atlet China, tetapi saya akan berusaha semaksimal mungkin meraih prestasi terbaik,” ujar Susan Unggu.