Isu Vinales Gabung Aprilia Makin Kencang, Lorenzo Savadori Tak Peduli

DBasia.news – Lorenzo Savadori mengaku tak peduli dengan isu yang mengatakan bahwa dirinya akan digantikan oleh Vinales dan memilih fokus memperbaiki penampilannya musim ini.

Berkompetisi di ajang MotoGP merupakan impian banyak pebalap motor, tak terkecuali bagi Lorenzo Savadori. Ia melewati jalan berliku untuk sampai di titik tersebut.

Rider berusia 28 tahun tersebut memulai perjalanan kariernya di kelas 125 cc, lalu pindah ke World Superbike, FIM Superstock hingga MotoE. Kesempatan emas pun datang ketika Andrea Iannone terkena kasus doping.

Pada musim 2020, ia menjadi pebalap pengganti di pabrikan asal Noale, Italia itu bersama Bradley Smith. Kontraknya pun diperpanjang hingga musim ini. Namun, performa Savadori jauh dari kata memuaskan karena hanya tiga kali finis di zona poin.

Savadori mengisi peringkat ke-23 dalam klasemen sementara pebalap MotoGP 2021 dan baru merebut empat poin. Prestasinya bak bumi dan langit dengan rekan setimnya, Aleix Espargaro yang nyaman di 10 besar.

Rider asal Italia mengaku tak peduli dengan isu yang mengatakan bahwa Maverick Vinales bakal menggantikan posisinya musim depan. Ia memilih untuk fokus memperbaiki kinerjanya di paruh kedua musim ini.

“Saya tidak tertarik bahasan dari bursa pebalap beberapa hari ini. Tugas saya berkompetisi, di depan kami ada banyak Grand Prix dan saya akan memberikan yang terbaik hingga akhir 2021,” ujarnya dikutip dari GPOne.com.

“Yang penting adalah tetap di MotoGP dan hubungan dengan Noale akan berlanjut. Pikiran sudah terarah pada dobel Grand Prix di Red Bull Ring, di mana biasanya saya berlaga di MotoE,” ia mengimbuhkan..

Buruknya pencapaian Lorenzo Savadori sebenarnya masih bisa dimaklumi. Hal tersebut dikarenakan ia masih tak terbiasa mengendarai motor MotoGP RS-GP setelah bertahun-tahun menggeber motor Superbike RSV4. Ia juga sempat terhambat oleh cedera bahu.

“Tidak mudah bagi pebalap seperti saya mendarat di MotoGP dari kompetisi Italia. Saat ini, saya mencari cara untuk beradaptasi pada situasi tertentu termasuk motor, gaya balap, ban dan kategori yang berbeda jauh,” tutur Savadori.