DBAsia News

Indonesia Belum Terpikir Gantikan Wuhan Gelar Kejuaraan Asia

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Achmad Budiharto menyebut belum ada keinginan Indonesia untuk menjadi tuan rumah pengganti. 

Seperti diketahui, BAC 2020 batal digelar di Wuhan, China. Kondisi tersebut disebabkan ancaman virus corona yang mulai beredar di wilayah tersebut.

Alhasil, BWF pun membatalkan BAC 2020 yang seharusnya digelar di kota tersebut. Mereka menyebut keamanan dan keselamatan para atlet yang akan bertanding harus menjadi prioritas.

Meski demikian, Achmad Budiharto belum mau berkomentar soal peluang Indonesia menggantikan Wuhan sebagai tuan rumah BAC 2020. Apalagi Indonesia bakal menggelar Indonesia Open pada Juni mendatang.

“Indonesia belum terpikir (menggantikan Wuhan) karena banyak konsekuensinya. Apalagi di April kalau kita lolos ke putaran final Piala Thomas dan Uber di Denmark dan Juni ada Indonesia Open, waktunya mepet,” ujar Achmad Budiharto di Pelatnas PBSI, Kamis (6/2).

“Untuk sukses kan butuh persiapan. Infrastruktur, apakah Istora Senayan bisa digunakan. Terpenting, semua ada konsekuensinya, siapa yang bayar? Secara resmi kami belum menolak, karena belum ada penawaran.”

“Kalau ada penawaran akan kami pikirkan, kami harus berhitung dari segala macam. Misalnya, kalau untuk jadi tuan rumah pengganti kami dikasih Rp15 miliar, misalnya, ya kami pikirkan,” pungkas Achmad Budiharto.

Topik:
bulu tangkis

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?