DBAsia News

HangTuah Merasa Dirugikan Operator IBL

Bryquis Perine


DBasia.news –  HangTuah sebagai klub yang mendatangkan Bryquis Perine merasa telah mengikuti semua persyaratan IBL. Namun pihak IBL telah memulangkan pebasket tersebut. Ini dinilai sebagai kegagalan operator liga.

Setiap klub hanya boleh mendatangkan pemain dari daftar yang telah diberikan IBL. Dalam daftar tersebut, Perine tertulis memiliki tinggi badan 188 cm.

Namun, setelah tiba di Indonesia dan bermain satu pertandingan, IBL memeriksa tinggi badan Perine melewati batas minimum. Pebasket asal Amerika Serikat itu tak diizinkan bermain lagi.

Manajer HangTuah, Ferri Jufri, merasa timnya telah dirugikan IBL. Apalagi, setelah ini, HangTuah harus bermain dengan satu pemain asing kontra NSH Jakarta.

“Perine kami pilih untuk menggantikan Gary Jacobs Jr. yang sebelumnya harus pulang ke Amerika Serikat karena ibunya tengah sakit keras. Berdasarkan aturan yang diterapkan oleh IBL, pemain pengganti hanya bisa diambil dari daftar pemain yang dikeluarkan oleh IBL. Di dalam data tersebut, profil pemain termasuk soal tinggi badan tentunya ada. Dan tertera bahwa tinggi badan Perine adalah 188 cm, bukan 189 cm,” papar Ferri.

“Kami sudah mengikuti aturan yang dikeluarkan oleh IBL. Sebelum sampai di Indonesia, data pemain sudah mendapatkan lampu hijau dari IBL. Namun lantaran hanya persoalan 1 cm, IBL tidak mengijinkan Perine untuk bermain. Terus terang kami sangat dirugikan dengan kelalaian ini,” sambungnya.

Sementara direktur IBL, Hasan Ghozali, menjelaskan ada kekeliruan data yang dikeluarkan agen pemain. “Setelah itu kami mencari data dari berbagai sumber dan ditemukan bahwa tinggi Bry adalah 190 cm. Data yg dikirim agensinya berbeda,” ujar Hasan.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?