Ginting Kesulitan Tembus Pertahanan Axelsen

DBasia.news – Anthony Sinisuka Ginting menceritakan bahwa pertahanan Viktor Axelsen yang alot dalam pertemuan di babak empat besar, menjadi pangkal kegagalannya melaju ke partai puncak Indonesia Masters di Istora Senayan Jakarta.

Pertahanan rapat menjadi andalan mayoritas pemain Eropa, berbekal jangkauan tangan dan kaki yang lebih jauh berkat postur tubuh yang lebih tinggi.

“Dari awal sudah langsung ketat, pertahanan Axelsen sulit ditembus. Saya berusaha menyerang lebih dulu tapi ternyata malah membuat dia semakin nyaman, dia punya jangkauan yang lebih tinggi,” kata Ginting.

Mengetahui strategi awalnya tak membuahkan hasil baik, unggulan keempat lantas mengubah ritmenya agar lebih lambat dan berusaha menarik Axelsen dalam pola permainannya.

Namun inisiatfi ini juga tak menghasilkan harapan yang diinginkan, Axelsen secara dinamis juga mengubah pola permainannya dengan menjadi lebih agresif.

Tekanan atlet peringkat satu asal Denmark itu membuat Ginting kesulitan mencuri poin pada gim pertama.

“Jangkauan, serangan, dan akurasinya sangat bagus ya. Saya harus lebih sabar meski sulit, ditambah banyak bola yang out serta kondisi angin yang kurang menguntungkan,” Ginting menceritakan.

Pada gim kedua, Ginting sempat memimpin 14-13 setelah bermain lebih sabar dan solid dalam menata serangan ke Axelsen. Namun tak lama peraih medali emas Olimpiade Tokyo itu bisa kembali merebut keunggulan dan terus tancap gas hingga meninggalkan Ginting dengan skor akhir 15-21.

“Saya cukup bersyukur dengan pertandingan hari ini. Meski terhenti tapi saya bisa kembali menumbuhkan kepercayaan diri, memang ini jadi PR saya karena belakangan performa menurun. Senang minggu ini bisa lebih nyaman di lapangan, itu yang menurut saya paling penting,” ujarnya.