Francesco Bagnaia Sebut Ducati Tak Siap Jadi Pemenang MotoGP Qatar

DBasia.news – Francesco Bagnaia kecewa berat usai dirinya dan Jack Miller gagal finis di MotoGP Qatar sehingga tim pabrikan Ducati pulang dari Losail dengan tangan kosong.

Wajah Ducati memang masih bisa terselamatkan berkat kemenangan Enea Bastianini (Gresini Racing) di MotoGP Qatar pada Minggu (6/3).

Sementara itu Francesco Bagnaia yang start dari grid kesembilan, harus mengakhiri balapan lebih cepat setelah crash di lap ke-11. Ia bersenggolan dengan Jorge Martin (Pramac Racing), pebalap yang sama-sama menunggangi motor Ducati Desmosedici GP22.

Rekan setimnya di tim pabrikan Ducati, Jack Miller, malah lebih buruk lagi. Memulai balapan dari grid keempat, pria asal Australia itu mengalami kendala teknis sehingga hanya bisa melaju hingga lap keenam.

Seusai balapan, Francesco Bagnaia tidak bisa menahan emosinya. Pebalap asal Italia tersebut nampak sangat kecewa dengan situasi umum di paddock Ducati yang inferior di banding tim-tim lainnya.

“Kami saat ini ada di level yang mana noda pun bisa membuat motor menjadi cepat. Sementara, kami memulainya dengan pengetahuan yang kami tahu tidak akan mampu bersaing untuk merebut kemenangan. Kami memang belum siap,” ucap Bagnaia dikutip dari Motosport.com.

Meskipun begitu, runner-up MotoGP 2021 itu menilai Ducati tak tertinggal sejauh seperti yang diduga oleh semua orang. Hal tersebut bisa dilihat dari performa Bastianini yang memenangi seri MotoGP Qatar dengan motor keluaran pabrikan asal Italia tersebut, Desmosedici GP21.

“Bastianini berlomba sangat bagus. Semua tahu betapa kuatnya dia. Tetapi kami juga harus bekerja keras untuk siap menghadapi balapan,” tuturnya.

Lebih jauh, pria yang akrab disapa Pecco itu melihat bahwa semua motor di grid MotoGP saat ini sangatlah kompetitif. Alhasil, pebalap tim pabrikan seperti dirinya harus bekerja lebih keras agar bisa bersaing dengan mereka.

“Tetapi ini bukan pekan yang tepat untuk menguji banyak hal. Saya sendiri baru menemukan feeling bagus di FP4 (latihan bebas keempat). Total, saya kehilangan lima hari tes dan satu setengah hari di sini (Qatar),” tutur Bagnaia.

“Pada sesi warm-up, saya mencoba menumbuhkan kepercayaan diri dan meningkatkan cara mengendalikan motor. Memang ada sedikit perbaikan meskipun kami masih tertinggal dari sisi elektronik,” pungkasnya.