Francesco Bagnaia Bantah Tudingan Gunakan Tim Order

DBasia.news – Pembalap Lenovo Ducati, Francescl Bagnaia membantah atas tudingan memakai tim order. Pembalap asal Italia itu mengaku bahwa keberhasilannya dalam meraih kemenangannya secara beruntun atas usahanya sendiri.

Sebagaimana diketahui, Bagnaia sempat memberikan kejutan di hadapan publik. Pembalap berjuluk Pecco ini berhasil merebut empat kali kemenangan secara beruntun.

Keberhasilan ini menimbulkan spekulasi liar di publik, khususnya usai MotoGP San Marino. Pembalap asal Spanyol tersebut dituduh menggunakan tim order untuk merebut kemenangannya karena melihat Enea Bastianini seolah mengalah saat terjadi perebutan podium pertama.

Wajar saja tuduhan tersebut muncul. Sebab sangat lumrah bagi sebuah tim untuk mengedepankan pembalap utamanya. Tidak jarang tim memberikan perintah (tim order) kepada pembalap kedua atau pembalap tim satelitnya untuk mengalah agar ujung tombak tim bisa merebut kemenangan.

Sebut saja satu diantaranya saat Rubens Barrichello diminta mengalah Ferrari saat menjalani GP Austria musim 2002. Ketika itu Ferrari menginginkan Michael Schumacher memenangkan GP Austria agar bisa mempertahankan gelar juara dunia. Akhirnya Barrichello melambat di tikungan terakhir dan membiarkan Schumacher merebut posisi pertama dari tangannya.

Namun tuduhan ini ditepis Bagnaia. Dia mengatakan keberhasilannya merebut kemenangan secara beruntun murni karena kerja kerasnya.

Hal ini turut diperkuat pada balapan selanjutnya di MotoGP Aragon. Saat itu Bagnaia berhasil dikalahkan Bastianini. Jika Ducati benar melakukan tim order, seharusnya Bastianinidiminta mengalah agar Bagnaia mampu menjaga rekor kemenangannya.

“Ketika saya sadar Quartararo tidak dapat melanjutkan balapan, saya hanya mencoba tenang, menginterpretasikan balapan seolah tidak ada kejadian apa pun. Saya memang tidak menang, tetapu kita masih senang karena membawa pulang gelar konstruksi dan saya harap hasil di MotoGPAragon mampu membungkam banyak mulut atas tuduhan ini,” tutur Bagnaia, dikutip dari tuttomotoriweb.it.

“Setelah Misano (MotoGP San Marino) banyak kontroversi terjadi, tidak ada tim order dan saya juga tidak pernah memintanya. Bastianini menang karena performanya sangat bagus, inilah yang terjadi,” sambungnya.

Sebagai informasi, keberhasilan Bagnaia merebut podium kedua di MotoGP Aragon semakin memperkecil jarak poinnya dengan pemucak klasemen sementara saat ini, Quartararo. Tercatat Pecco hanya terpaut selisih 10 poin dengan Quartararo.