Dovizioso Heran Fabio Quartararo Bisa Melesat Dengan Motor YZR-M1 2022

DBasia.news – Andrea Dovizioso mengakui bahwa Fabio Quartararo menjadi satu-satunya rider Yamaha yang mampu menjinakkan motor YZR-M1 2022 dan kerap start di barisan depan.

Bos RNF Racing, Razlan Razali, berharap Andrea Dovizioso bisa menembus 10 besar dalam balapan awal MotoGP 2022 di Benua Eropa. Namun sang rider belum mampu mewujudkannya di seri MotoGP Portugal akhir pekan lalu.

Pria yang akrab disapa Dovi itu menyelesaikan balapan di Sirkuit Algarve itu satu tingkat dibawah target timnya, yakni finis ke-11. Ia berada 29,029 detik di belakang pebalap yang menempati urutan teratas, Fabio Quartararo.

Meskipun menjadi rider terbaik kedua Yamaha setelah Quartararo di Portimao, Dovizioso tak lantas merasa gembira karena selisih waktunya dengan kampiun MotoGP 2021 itu sangat mencolok.

Tidak hanya ada satu alasan untuk itu. Fabio tentu membuat perbedaan dengan kecepatan murninya. Mudah baginya, dalam tanda kutip, untuk mengendarai motor di level ini. Dia juga berhasil menempatkan diri di posisi start yang bagus,” kata Dovizioso dikutip dari Speedweek.

Dia selalu memulai dari dua baris terdepan. Itu menambah banyak detik di akhir balapan, terlepas dari kecepatannya. Dan saat dia dapat kesempatan berkendara dengan garis aneh, yang hanya bisa dilakukan olehnya, dia mampu memanfaatkan aspek positif dari motor (M1),” jelasnya.

Dia berhasil meminimalkan poin negatif, yang mana ini sangat penting, dan pada saat yang sama dia memaksimalkan sisi positifnya, yakni fase pengereman, perilaku kemudi, dan kecepatan menikung. Jadi, selamat untuk Fabio,” ia melanjutkan,

Andrea Dovizioso memang mampu finis di urutan ke-11, tetapi pria berusia 36 tahun itu harus berjuang keras untuk meraihnya. Bahkan, jaraknya dengan Maverick Vinales, yang berada tepat satu posisi di depannya, terpaut lebih dari 10 detik.

Ini yang membuat Dovizioso enggan menyebut seri MotoGP Portugal sebagai akhir pekan terbaiknya musim ini. Eks rival Marc Marquez itu masih perlu meningkatkan performa agar bisa lebih dekat dengan para rider lainnya dan punya peluang untuk menembus 10 besar.

Kami mencetak beberapa poin, ini bagus dalam kaitannya dengan kecepatan kami. Namun, bukan berarti itu baik untuk waktu yang lama. Di satu sisi menarik, sebab pace saya di tahap akhir tidak buruk,” katanya.

Poin negatifnya, adalah di paruh pertama balapan, ketika Anda benar-benar memiliki daya cengkeram (grip), saya tidak bisa melaju lebih cepat. Itu sebabnya saya tidak kencang di sesi latihan dan awal lomba.”

Saya masih tidak punya feeling dan belum mengerti bagaimana memaksimalkan motor pada tahap awal balapan. Saya menganalisis data dan perbedaannya mudah terlihat, tetapi saya belum bisa merasakannya. Jadi, bagus Jerez (GP Spanyol) datang cepat dan tes usai balapan,” ia mengakhiri.