Curhat Iannone soal Sepak Terjangnya di Aprilia

Andrea Iannone

DBasia.news –  Belum genap semusim membela skuat Aprilia, tetapi Andrea Iannone dengan lantang menyebutnya sebagai tantangan terbesar dalam hidup.

Usai berkiprah sebagai pembalap Ducati dan Suzuki, The Maniac berlabuh ke pabrikan Noale. Jalan terjal pun langsung membentang di hadapannya. Sudah menjadi rahasia umum bagaimana performa RS-GP tak bagus-bagus amat.

Jangankan memangkas selisih dari Honda, Ducati, Yamaha atau Suzuki, Aprilia bahkan kalah dari KTM – bahkan kini terpaut 16 poin dalam klasemen sementara pabrikan.

Direktur Teknis, Romano Albesiano, mengungkapkan timnya tengah merencanakan sesuatu yang sangat berbeda pada spek teranyar RS-GP musim depan.

Ketika ditanya apa yang diperlukan untuk meningkatkan motor, Iannone menjawab: “Banyak tergantung pada trek. Kami banyak naik turun. Di Assen, motor tidak begitu buruk. Jadi, kami kehilangan sesuatu.

“Tetapi dalam kasus apa pun, di Brno adalah total bencana. Sangat sulit untuk mengelola situasi. Kami kehilangan di setiap area, dalam pengereman, corner speed, pada akselerasi, pada mesin. Jadi, saya pikir Brno adalah total bencana bagi kami.

“Namun kita akan lihat nanti. Ketika kita menghadapi trek yang benar-benar rata, tanpa bump, dan level grip sangat tinggi, kami mungkin bertarung, dari 10 posisi menjadi 12, 13, seperti ini. Tetapi ketika kami mendapatkan grip lebih rendah, dengan bump, kami banyak kesulitan. Kami banyak kesulitan.

“Bagaimanapun, saya percaya pada Aprilia, karena sejarah adalah sejarah. Yang pasti saya berpikir ini adalah tantangan yang sangat besar. Saya pikir (ini) tantangan terbesar dalam hidup saya. Dan saya harap saya memenangi tantangan ini. Namun sangat sulit saat ini,” keluhnya.

Dari 10 balapan yang sudah dilewati, raihan terbaik Iannone adalah finis ke-10 di Assen. Ia menghuni peringkat ke-15 dan mengumpulkan 21 poin.