DBAsia News

Cerita Rivaldo yang Sempat Memilih Tidak Tampil di IBL

DBasia.news –  Pengakuan dari FIBA sebagai pemain 3×3 nomor satu di Indonesia disematkan kepada Rivaldo Tandra Pangesthio.

Prestasinya bersama Universitas Pelita Harapan juga tak kalah mentereng, gelar juara Liga Mahasiswa berhasil direbut pebasket asal Pontianak tersebut.

Melihat bakat yang dimiliki, Satria Muda Pertamina Jakarta bergerak cepat dengan mengumumkan Rivaldo sebagai pemain anyar mereka pada awal musim Indonesia Basketball League (IBL) 2017-2018.

Namun, Rivaldo kala itu tak pernah bermain bersama Satria Muda. Sementara di musim selanjutnya, IBL menerapkan aturan baru di mana setiap tim harus merekrut pemain melalui Rookie Draft.

Dengan adanya sistem tersebut, kontrak Rivaldo bersama Satria Muda gugur. Setiap tim memiliki kesempatan yang sama merekrut pebasket yang pernah membela tim 3×3 Indonesia pada Asian Games 2018 itu.

Sayangnya, Rivaldo justru memutuskan rehat. Rumor bermunculan bahwa Rivaldo tak ingin bermain di tim kecil.

Jelang IBL 2020, regulasi Rookie Draft berubah. Kini, setiap tim berhak mengambil satu pemain binaan tanpa diundi. Satria Muda mengambil kesempatan tersebut untuk mengamankan Rivaldo.

“Sebetulnya bukan tidak mau main di tim kecil, tetapi saya tak mau main di luar kota,” ujar Rivaldo kepada BolaSkor.com.

“Dan sebenarnya saya sempat berpikir untuk tidak mau terjun profesional, orang tua juga sebetulnya lebih mendukung itu. Namun, saya rasa masih bisa memberikan sesuatu untuk basket Indonesia,” sambungnya.

Rivaldo saat ini masih disibukkan dengan pemusatan latihan jelang SEA Games 2019 bersama tim 3×3 Indonesia. Selepas ajang dua tahunan tersebut, Rivaldo bakal berusaha mencuri perhatian pelatih Satria Muda, Milos Pejic. “Pertama saya harus beradaptasi dengan tim dan pelatih baru. Untuk bermain dan mendapatkan minute play harus terlebih dahulu membuat pelatih berkesan,” ujar Rivaldo.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?