BWF Sebut Anthony Ginting Pemilik Serangan Mematikan di Tunggal Putra

DBasia.news – Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) menyebut pebulutangkis Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting sebagai salah satu pemilik serangan mematikan di tunggal putra.

Dalam video berdurasi sekitar dua menitan tersebut, BWF menampilkan cuplikan-cuplikan serangan mematikan Anthony Ginting dimana judul video itu adalah ‘On The Attack | Anthony Ginting| BWF 2020’ atau jika diartikan dalam bahasa Indonesia menjadi ‘Dalam serangan| Anthony Ginting| BWF 2020’.

BWF menampilkan cuplikan video dimulai dari pertandingan di China Open 2018, dimana Anthony Ginting berhadapan dengan Kento Momota. Dalam pertandingan tersebut, satu sergapan cepat dari wakil Indonesia sukses memperdaya wakil Jepang dan memberikan poin tambahan untuk pebulutangkis 23 tahun.

Kemudian, ada lagi di final Singapore Open 2019, dimana Anthony Ginting lagi-lagi berhadapan dengan Kento Momota, dan pada cuplikan video yang ditampilkan oleh BWF, bola lob dari wakil Jepang berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh wakil Indonesia untuk melakukan smash keras dan menempatkannya ke sisi pertahanan yang tidak terkawal oleh tunggal putra peringkat satu dunia.

Lanjut lagi di pertandingan perempatfinal Hong Kong Open 2019 ketika Anthony Ginting berhadapan dengan Chou Tien Chen. Dalam cuplikan rally menegangkan tersebut, kedua pebulutangkis tampak saling menjual-beli serangan.

Tetapi dapat diakui jika serangan yang dilakukan oleh Anthony Ginting memaksa Chou Tien Chen harus jatuh bangun hingga akhirnya membuat wakil Chinese Taipei melakukan kesalahan dengan pengembalian bola nanggung yang langsung disergap wakil Indonesia dengan melakukan smash keras.

Lalu di video terakhir, BWF menampilkan video serangan Anthony Ginting yang membuat Anders Antonsen kesulitan ketika berhadapan di final Indonesia Masters 2020. Satu smash keras yang dilakukan Anthony Ginting berhasil membuat wakil Denmark tidak berkutik dan memberikan tambahan poin untuknya.

Sebelum akhirnya Anthony Ginting berhasil meraih gelar juara di Indonesia Masters 2020 usai mengalahkan Anders Antonsen dalam pertandingan rubber game dan membuatnya mengakhiri masa paceklik gelar di tahun 2019.